Selasa, 03 November 2026
12:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kritik seni

Kritik seni

Bagikan:
330px-Gabriel_Cornelius_von_Max%2C_1840-1915%2C_Monkeys_as_Judges_of_Art%2C_1889.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monyet sebagai Hakim Seni, 1889, karya Gabriel von Max

Kritik seni adalah diskusi atau evaluasi mengenai seni visual.[1][2][3] Kritikus seni biasanya mengkritik seni dalam konteks estetika atau teori keindahan.[2][3] Tujuan dari kritik seni adalah untuk mencapai dasar rasional terhadap apresiasi seni[1][2][3] tetapi dipertanyakan apakah kritik seperti itu dapat melampaui keadaan sosial-politik yang berlaku.[4]

Tahapan Kritik

Dalam kritik seni terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui,tahapan-tahapan tersebut yaitu:[5]

Deskripsi Tahapan ini digunakan untuk menemukan, mencatat dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. Agar dapat mendeskripsikan dengan baik, seseorang harus mengetahui istilah-istilah teknis yang umum digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan yang baik, maka seseorang akan kesulitan mendeskripsikan fenomena karya yang dilihat.

Analisis Analisis dalam kritik karya seni berguna untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini, seseorang harus memahami unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni.

Interpretasi Interpretasi karya seni adalah tahapan penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan.

Penafsiran ini bersifat sangat terbuka, dipengaruhi oleh sudut pandang dan wawasan seseorang. Semakin luas wawasan seseorang maka semakin kaya interpretasi karya yang dikritisi.

Evaluasi Tahapa terakih dalam kritik seni adalah evaluasi. Evaluasi atau penilaian adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut, baik aspek formal maupun aspek konteks.

Referensi

  1. 1 2 "Art Criticism". Comprehensive Art Education. North Texas Institute For Educators on the Visual Arts. Diakses tanggal 12 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Gemtou, Eleni (2010). "Subjectivity in Art History and Art Criticism" (PDF). Rupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities. 2 (1): 2–13. doi:10.21659/rupkatha.v2n1.02. Diakses tanggal 12 Desember 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Elkins, James (1996). "Art Criticism". Dalam Jane Turner (ed.). Grove Dictionary of Art. Oxford University Press.
  4. ↑ Kaplan, Marty. "The curious case of criticism." Jewish Journal. 23 January 2014.
  5. ↑ "Tahapan Kritik Seni Rupa".

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Art criticism.
Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Kritik seni.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan