Kamis, 29 Oktober 2026
14:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Wartawan perang

Bagikan:

Wartawan perang atau koresponden perang adalah seorang jurnalis yang meliput berita secara langsung dari zona perang. Mereka juga disebut sebagai wartawan khusus pada abad ke-19.

Metode

Pekerjaan mereka memaksa para wartawan perang ini untuk sengaja pergi ke bagian di dunia yang paling banyak dilanda konflik. Sesampai di sana, mereka berusaha sedekat mungkin untuk melakukan peliputan dalam bentuk laporan, foto, atau cuplikan video. Dengan demikian, menjadi wartawan perang sering dianggap sebagai bentuk jurnalisme yang paling berbahaya. Di sisi lain, cakupan perang juga merupakan salah satu cabang jurnalisme yang paling sukses. Penjualan surat kabar meningkat pesat di masa perang dan rating televisi meningkat. Organisasi-organisasi berita terkadang dituduh menganut paham militerisme karena keuntungan yang mereka kumpulkan dari konflik. William Randolph Hearst sering kali disebut-sebut telah mendorong Perang Spanyol–Amerika Serikat atas alasan ini. (Lihat jurnalisme kuning)

Hanya beberapa konflik yang mendapatkan liputan luas di seluruh dunia. Di antara peperangan yang terjadi baru-baru ini, Perang Kosovo mendapatkan banyak liputan, begitu pula Perang Teluk Persia. Namun, kebanyakan perang yang terjadi di dunia ketiga cenderung menerima liputan yang kurang substansial karena perusahaan media sering kali kurang tertarik, kurangnya infrastruktur membuat pelaporan menjadi lebih sulit dan mahal, dan konflik juga jauh lebih berbahaya bagi wartawan perang.[1]

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai War correspondents.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan