Rabu, 07 Oktober 2026
09:59 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Koprofagia

Koprofagia

makan kotoran

Bagikan:

Koprofagia adalah konsumsi tinja, dari bahasa Yunani copros (tinja) dan phagein (makan). Banyak spesies binatang melakukan koprofagia, tetapi jarang dilakukan manusia.

250px-Adonis_Blue_butterflies.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kupu-kupu sedang makan tinja

Serangga koprofagia memakan dan mencerna tinja binatang yang lebih besar; tinja ini mengandung makanan yang setengah dicerna. Sistem pencernaan herbivora tidak terlalu efisien, jadi makanan yang sudah setengah dicerna ini lebih mudah dimakan oleh mereka.

Coprophagia tidak lazim dalam manusia, dan dianggap sebagai akibat dari koprofilia. Mengkonsumsi tinja orang lain memiliki risiko tertular penyakit seperti hepatitis. Mengkonsumsi tinja sendiri juga mengandung risiko, karena bakteri perut dan telur cacing tidak aman dimakan. Risiko yang sama juga dihadapi oleh pelaku anilingus atau ass to mouth. Praktik coprophagia juga telah digambarkan dalam beberapa film.

Sejarah

Lewin (2001) menulis bahwa "... mengonsumsi tinja onta yang masih baru dan hangat disarankan oleh Bedouin sebagai obat disentri; hal ini (mungkin karena kandungan subtilisin yang bersifat antibiotik dari Bacillus subtilis) telah dikonfirmasi oleh tentara Jerman di Afrika dalam perang dunia II."

Koprofagia dalam film

Koprofagia dalam literatur

Lihat pula

Rujukan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan