Selasa, 03 November 2026
13:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kontrol radio

Kontrol radio

Bagikan:
250px-X-33_air_drop_model.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat kontrol jauh ini membawa model skala X-33 dan mengambil bagian dalam riset NASA.

Kontrol radio adalah penggunaan sinyal radio untuk mengontrol alat lain dari jauh. Istilah ini hampir seluruhnya merujuk ke pengontrolan mobil, kapal dan pesawat model dari sebuah kotak pengontrol yang dipegang pengguna.

Kontrol radio awalnya dikembangkan pada Perang Dunia II, terutama oleh Jerman yang menggunakannya dalam beberapa proyek misil. Tujuan utama mereka adalah misil kontrol radio dan bom glide yang digunakan untuk menarget kapal, sebuah target yang sulit dan berbahaya untuk diserang. Namun pada akhir perang, Luftwaffe memiliki masalah menyerang pengebom Sekutu, dan mengembangkan beberapa misil anti pesawat kontrol radio, tetapi tidak ada yang masuk pelayanan.

Keefektifan sistem mereka dikurangi besar oleh usaha Britania untuk mengacaukan sinyal radio mereka. Setelah kesuksesan awal yang mengagumkan, Britania meluncurkan beberapa penyerbuan komando untuk mengumpulkan set radio misil. Pengacau (Jammer) kemudian dipasang di kapal Britania, dan senjata itu bisa dibilang "berhenti bekerja". Tim pengembang Jerman kemudian beralih ke misil penuntun-kabel ketika mereka sadar apa yang terjadi, tetapi sistem ini tidak siap untuk dipakai sampai perang sudah mulai bergerak ke Prancis.

Sekarang ini kontrol radio digunakan hampir seluruhnya oleh para penghobi.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik mainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan