| Bersuara | |
|---|---|
| ◌̬ | |
| Pengodean karakter | |
| Entitas (desimal) | ̬ |
| Unikode (heks) | U+032C |
| Teknis karakter | |
| Tipe | istilah linguistik dan Distinctive |
| Bagian dari | fonetik dan fonologi |
| Nirsuara | |
|---|---|
| ◌̥ | |
| ◌̊ | |
| Pengodean karakter | |
| Entitas (desimal) | ̥̊ |
| Unikode (heks) | U+0325 U+030A |
| Teknis karakter | |
| Tipe | istilah linguistik dan Distinctive |
| Bagian dari | fonetik dan fonologi |
Dalam ilmu fonetik, suara atau penyuaraan adalah istilah yang digunakan dalam ilmu fonetik dan fonologi untuk mencirikan bunyi bahasa, apakah bunyi tersebut dapat dikatakan nirsuara (tak bersuara) atau bersuara.
Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada dua konsep yang berbeda. Bersuara dapat berarti proses artikulatoris di mana pita suara bergetar. Dalam tingkat artikulastoris, suatu bunyi yang bersuara adalah bunyi yang terjadi karena getaran pita suara, sedangkan bunyi nirsuara tidak demikian. Contohnya, pada bunyi b dan p dalam bahasa Indonesia, posisi mulut saat mengucapkannya sama, beda dari kedua bunyi itu hanyalah bahwa pada b, pita suara digetarkan sedangkan pada p tidak. Dengan demikian, dikatakan bahwa b adalah bunyi bersuara dan p nirsuara. Contoh pasangan lainnya adalah z (bersuara) dan s (nirsuara), atau g (bersuara) dan k (nirsuara). Dalam komunikasi tertulis (tulisan), suatu perbedaan antara bunyi bersuara dan nirsuara dapat dilambangkan dengan huruf, entah sebagai alfabet atau abjad (satu lambang untuk satu fonem), atau silabis (satu lambang untuk satu suku kata). Dalam alfabet maupun abjad, bunyi bersuara dan nirsuara juga dapat dilambangkan dengan dwihuruf (digraf), contoh dalam bahasa Inggris pressure dan pleasure, di mana huruf s melambangkan konsonan pasca-alveolar (pertemuan lidah dengan pangkal gusi) bersuara, sedangkan dwihuruf ss melambangka konsonan pasca-alveolar nirsuara. Kadang kala, satu dwihuruf dapat melambangkan dua fonem bersuara dan nirsuara sekaligus, contohnya th dalam bahasa Inggris.
Dalam komunikasi tertulis (tulisan), suatu perbedaan antara bunyi bersuara dan nirsuara dapat dilambangkan dengan huruf, entah sebagai alfabet atau abjad (satu lambang untuk satu fonem), atau silabis (satu lambang untuk satu suku kata). Dalam alfabet maupun abjad, bunyi bersuara dan nirsuara juga dapat dilambangkan dengan dwihuruf (digraf), contoh dalam bahasa Inggris pressure dan pleasure, di mana huruf s melambangkan konsonan pasca-alveolar (pertemuan lidah dengan pangkal gusi) bersuara, sedangkan dwihuruf ss melambangkan konsonan pasca-alveolar nirsuara. Kadang kala, satu dwihuruf dapat melambangkan dua fonem bersuara dan nirsuara sekaligus, contohnya th dalam bahasa Inggris.
| Contoh perbedaan bunyi bersuara dan nirsuara | |||
|---|---|---|---|
| Letak artikulasi | Bahasa | Penyuaraan | |
| Bersuara | Nirsuara | ||
| Bibir atas dan bawah | Indonesia | Bakar | Pakar |
| Bibir dengan gigi atas | Inggris | Van | Fan |
| Gigi dengan ujung lidah | Inggris | Thy | Thigh |
| Pangkal gigi dengan ujung lidah | Indonesia | Zaman | Saman |
| Lidah dengan langit-langit lembut | Indonesia | Gas | Kas |
Notasi
Alfabet Fonetik Internasional memiliki huruf-huruf yang berbeda untuk banyak pasangan konsonan tak bersuara dan bersuara (obstruen), seperti [pb],[td],[kɡ],[qɢ]. Selain itu, ada diakritik untuk menunjukkan bersuara: ⟨◌̬⟩. Diakritik biasanya digunakan dengan huruf-huruf untuk bunyi-bunyi yang secara prototipe tak bersuara.
Dalam Unicode, simbol-simbol tersebut dikodekan sebagai U+032C◌̬combining caron below (HTML: ̬) dan U+0325◌̥combining ring below (HTML: ̥).
Perluasan Alfabet Fonetik Internasional memiliki notasi untuk pengucapan sebagian bersuara dan tanpa suara, serta untuk pra-bersuara:
| Ber/nirsuara parsial[1] | |||
|---|---|---|---|
| ₍s̬₎ | bersuara parsial/sentral dari [s] | ₍z̥₎ | nirsuara parsial/sentral dari [z] |
| ₍s̬ | awal bersuara | ₍z̥ | awal nirsuara |
| s̬₎ | akhir bersuara | z̥₎ | akhir nirsuara |
Bersuara parsial dapat berarti voicing yang ringan namun kontinu, suara yang diskontinu, atau diskontinuitas dalam tingkat suara. Misalnya, ₍s̬₎ bisa menjadi [s] dengan (beberapa) suara di tengah dan ₍z̥₎ bisa menjadi [z] dengan (beberapa) nirsuara di tengah.
Bersuara parsial juga dapat ditunjukkan dalam IPA normal dengan transkripsi seperti [ᵇb̥iˑ] dan [ædᵈ̥].[2]
Referensi
- ↑ Tanda kurung seharusnya muncul di bawah huruf, tetapi hal itu tidak sepenuhnya didukung oleh Unicode. Mulai versi 8.0, hanya pengucapan dan penghilangan suara di tengah, [s̬᪽] dan [z̥᪽], dikodekan.
- ↑ Kretzschmar (1993) Handbook of the Linguistic Atlas of the Middle and South Atlantic States, University of Chicago Press, p. 122.
Lihat pula
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik linguistik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |