Sabtu, 03 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Suara (fonetik)

Bagikan:
Bersuara
◌̬
Pengodean karakter
Entitas (desimal)̬
Unikode (heks)U+032C
Teknis karakter
Tipeistilah linguistik dan Distinctive Suntingan nilai di Wikidata
Bagian darifonetik dan fonologi Suntingan nilai di Wikidata
Nirsuara
◌̥
◌̊
Pengodean karakter
Entitas (desimal)̥​̊
Unikode (heks)U+0325 U+030A
Teknis karakter
Tipeistilah linguistik dan Distinctive Suntingan nilai di Wikidata
Bagian darifonetik dan fonologi Suntingan nilai di Wikidata

Dalam ilmu fonetik, suara atau penyuaraan adalah istilah yang digunakan dalam ilmu fonetik dan fonologi untuk mencirikan bunyi bahasa, apakah bunyi tersebut dapat dikatakan nirsuara (tak bersuara) atau bersuara.

Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada dua konsep yang berbeda. Bersuara dapat berarti proses artikulatoris di mana pita suara bergetar. Dalam tingkat artikulastoris, suatu bunyi yang bersuara adalah bunyi yang terjadi karena getaran pita suara, sedangkan bunyi nirsuara tidak demikian. Contohnya, pada bunyi b dan p dalam bahasa Indonesia, posisi mulut saat mengucapkannya sama, beda dari kedua bunyi itu hanyalah bahwa pada b, pita suara digetarkan sedangkan pada p tidak. Dengan demikian, dikatakan bahwa b adalah bunyi bersuara dan p nirsuara. Contoh pasangan lainnya adalah z (bersuara) dan s (nirsuara), atau g (bersuara) dan k (nirsuara). Dalam komunikasi tertulis (tulisan), suatu perbedaan antara bunyi bersuara dan nirsuara dapat dilambangkan dengan huruf, entah sebagai alfabet atau abjad (satu lambang untuk satu fonem), atau silabis (satu lambang untuk satu suku kata). Dalam alfabet maupun abjad, bunyi bersuara dan nirsuara juga dapat dilambangkan dengan dwihuruf (digraf), contoh dalam bahasa Inggris pressure dan pleasure, di mana huruf s melambangkan konsonan pasca-alveolar (pertemuan lidah dengan pangkal gusi) bersuara, sedangkan dwihuruf ss melambangka konsonan pasca-alveolar nirsuara. Kadang kala, satu dwihuruf dapat melambangkan dua fonem bersuara dan nirsuara sekaligus, contohnya th dalam bahasa Inggris.

Dalam komunikasi tertulis (tulisan), suatu perbedaan antara bunyi bersuara dan nirsuara dapat dilambangkan dengan huruf, entah sebagai alfabet atau abjad (satu lambang untuk satu fonem), atau silabis (satu lambang untuk satu suku kata). Dalam alfabet maupun abjad, bunyi bersuara dan nirsuara juga dapat dilambangkan dengan dwihuruf (digraf), contoh dalam bahasa Inggris pressure dan pleasure, di mana huruf s melambangkan konsonan pasca-alveolar (pertemuan lidah dengan pangkal gusi) bersuara, sedangkan dwihuruf ss melambangkan konsonan pasca-alveolar nirsuara. Kadang kala, satu dwihuruf dapat melambangkan dua fonem bersuara dan nirsuara sekaligus, contohnya th dalam bahasa Inggris.

Contoh perbedaan bunyi bersuara dan nirsuara
Letak artikulasi Bahasa Penyuaraan
Bersuara Nirsuara
Bibir atas dan bawah Indonesia Bakar Pakar
Bibir dengan gigi atas Inggris Van Fan
Gigi dengan ujung lidah Inggris Thy Thigh
Pangkal gigi dengan ujung lidah Indonesia Zaman Saman
Lidah dengan langit-langit lembut Indonesia Gas Kas

Notasi

Alfabet Fonetik Internasional memiliki huruf-huruf yang berbeda untuk banyak pasangan konsonan tak bersuara dan bersuara (obstruen), seperti [pb],[td],[kɡ],[qɢ]. Selain itu, ada diakritik untuk menunjukkan bersuara: ⟨◌̬⟩. Diakritik biasanya digunakan dengan huruf-huruf untuk bunyi-bunyi yang secara prototipe tak bersuara.

Dalam Unicode, simbol-simbol tersebut dikodekan sebagai U+032C◌̬combining caron below (HTML: ̬) dan U+0325◌̥combining ring below (HTML: ̥).

Perluasan Alfabet Fonetik Internasional memiliki notasi untuk pengucapan sebagian bersuara dan tanpa suara, serta untuk pra-bersuara:

Ber/nirsuara parsial[1]
₍s̬₎ bersuara parsial/sentral dari [s] ₍z̥₎ nirsuara parsial/sentral dari [z]
₍s̬ awal bersuara ₍z̥ awal nirsuara
s̬₎ akhir bersuara z̥₎ akhir nirsuara

Bersuara parsial dapat berarti voicing yang ringan namun kontinu, suara yang diskontinu, atau diskontinuitas dalam tingkat suara. Misalnya, ₍s̬₎ bisa menjadi [s] dengan (beberapa) suara di tengah dan ₍z̥₎ bisa menjadi [z] dengan (beberapa) nirsuara di tengah.

Bersuara parsial juga dapat ditunjukkan dalam IPA normal dengan transkripsi seperti [ᵇb̥iˑ] dan [ædᵈ̥].[2]

Referensi

  1. ↑ Tanda kurung seharusnya muncul di bawah huruf, tetapi hal itu tidak sepenuhnya didukung oleh Unicode. Mulai versi 8.0, hanya pengucapan dan penghilangan suara di tengah, [s̬᪽] dan [z̥᪽], dikodekan.
  2. ↑ Kretzschmar (1993) Handbook of the Linguistic Atlas of the Middle and South Atlantic States, University of Chicago Press, p. 122.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik linguistik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan