Senin, 28 September 2026
10:40 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Konidium

Konidium

250px-Conidium.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konidia pada konidiofor

Konidium (jamak konidia), kadang-kadang disebut sebagai klamidospora aseksual atau klamidokonidium (jamak klamidokonidia),[1] adalah spora fungi non motil dan aseksual.[2] Nama konidium berasal dari kata Yunani untuk debu, κόνις kónis.[3] Konidia juga disebut mitospora karena cara mereka dihasilkan melalui proses seluler mitosis. Dua sel haploid baru secara genetis identik dengan induk yang haploid, dan dapat berkembang menjadi organisme baru jika kondisinya menguntungkan, dan berfungsi dalam penyebaran (secara biologis).

Reproduksi aseksual pada filum Ascomycota adalah dengan pembentukan konidia, yang ditanggung pada tangkai khusus yang disebut konidiofor. Morfologi dari konidiofor khusus ini sering kali khas dari spesies tertentu dan karenanya dapat digunakan untuk identifikasi spesies.

Istilah mikrokonidia dan makrokonidia terkadang digunakan.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jansonius, D.C., Gregor, Me., 1996. Palynology: principles and applications. American association of stratigraphic palynologists foundation.[halaman dibutuhkan]
  2. ↑ Osherov, Nir; May, Gregory S (2001). "The molecular mechanisms of conidial germination". FEMS Microbiology Letters. 199 (2): 153. doi:10.1111/j.1574-6968.2001.tb10667.x. PMID 11377860.
  3. ↑ Conidium in the Collins Dictionary
  4. ↑ Ohara, T.; Inoue, I; Namiki, F; Kunoh, H; Tsuge, T (2004). "REN1 is Required for Development of Microconidia and Macroconidia, but Not of Chlamydospores, in the Plant Pathogenic Fungus Fusarium oxysporum". Genetics. 166 (1): 113–24. doi:10.1534/genetics.166.1.113. PMC 1470687. PMID 15020411.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan