Kamis, 29 Oktober 2026
03:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kong Youde

Bagikan:

Kong Youde (Hanzi: 孔有德, ?-1652) adalah seorang jenderal Dinasti Ming yang kemudian membelot pada bangsa Manchu. Ia banyak memberikan kontribusi bagi Dinasti Qing setelah bangsa Manchu memasuki Tiongkok, tetapi bagi orang Han/ Tionghoa ia dianggap sebagai pengkhianat.

Kong lahir di Liaodong (sekarang Liaoning) dari keluarga penambang. Pada masa muda ia pernah menjadi bajak laut. Kemudian bergabung dengan tentara Ming di bawah komando Mao Wenlong. Setelah Mao Wenlong dihukum mati oleh Yuan Chonghuan, wakilnya, Chen Jisheng menggantikannya memegang komando atas pasukan itu, tetapi tak lama kemudian terjadi pemberontakan yang merenggut nyawa Chen. Kong lalu bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh inspektur militer kerajaan, Sun Yuanhua.

Tahun 1631, Huang Taiji memimpin tentara Qing menyerang kota Dalinghe (sekarang kabupaten Jin, Liaoning). Zu Dashou komandan penjaga kota itu terkepung rapat dan kota dalam kondisi kritis. Sun Yuanhua segera memerintahkan Kong memimpin 800 pasukan kaveleri sebagai bala bantuan untuk menyelamatkan Zu. Ketika Kong sampai di Wuqiao pasukannya terhalang oleh badai salju dan perbekalan sudah tidak cukup sehingga terjadilah kekacauan di antara pasukan itu. Hal ini memaksanya untuk melakukan pemberontakan dan ia mengangkat diri sebagai komandan tertinggi. Kemudian mereka merebut beberapa daerah strategis di Dengzhou. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah dengan nama Pemberontakan Wuqiao (吴桥兵变).

Mendengar hal ini, Sun Yuanhua segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan Kong namun pasukannya dapat dikalahkan oleh Kong. Karena masih memandang Sun sebagai sahabat lama, Kong melepaskan Sun kembali ke ibu kota, lalu ia sendiri bergabung dengan Manchu sebelum kerajaan sempat mengirim pasukan untuk menumpasnya. Huang Taiji menganugerahkannya gelar Pangeran Gongshun. Di bawah panji kerajaan Qing ia menaklukkan Korea, Jinzhou, Songshan, dan daerah lainnya.

Setelah Dinasti Ming hancur dan bangsa Manchu menduduki Tiongkok tahun 1644, Kong melanjutkan pengabdiannya dengan turut menumpas kaum loyalis Ming dan pemberontakan-pemberontakan anti-Qing. Tahun 1648, ia menaklukkan Guangxi dan dianugerahi gelar Pangeran Dingnan oleh Kaisar Shunzhi. Bulan September 1592, ia berhadapan dengan Li Dingguo, pendukung setia Dinasti Ming, dalam pertempuran Guilin. Pasukannya dikalahkan oleh pasukan Li yang dilengkapi dengan gajah-gajah tempur dari Birma. Kong mundur hingga ke Guilin dan bertahan mati-matian dari dalam tembok kota. Namun Li mengepung kota itu dan terus menyerangnya siang malam.

Salah seorang bawahan Kong berkhianat dan diam-diam menyurati Li serta menganjurkannya memanjat tembok kota. Setelah pasukan Li berhasil memasuki kota, mereka menyerang pasukan Qing di dalam kota dengan dahsyat sehingga mereka kocar-kacir. Kong membakar diri hingga tewas setelah melihat kekalahan sudah di depan mata. Ia meninggalkan seorang putri bernama Kong Sizhen, ia diadopsi oleh ibusuri Xiaozhuang dan belakangan menjadi salah satu selir kerajaan.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan