Rabu, 28 Oktober 2026
00:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Konfederasi Barat

Konfederasi Barat

Bagikan:
Konfederasi Barat
Konfederasi
250px-NW_Native_Tribes%2C_1792.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suku-suku asli di Wilayah Barat Laut pada tahun 1792
Dibentuk1783
Dibubarkan1795
Cabang legislatif
LegislaturDewan Gabungan
Tempat bersidangBerbagai lokasi tidak resmi
Main bodyBerbagai suku, termasuk

Konfederasi Barat atau Konfederasi Indian Barat adalah konfederasi suku-suku asli Amerika di kawasan Danau-danau Besar Amerika Serikat yang dibentuk seusai Perang Revolusi Amerika. Nama resmi konfederasi ini adalah Bangsa-bangsa Indian Bersatu, di Dewan Konfederat Mereka. Konfederasi ini juga dikenal dengan julukan Konfederasi Miami karena banyak pejabat federal Amerika Serikat pada masa itu yang mengira bahwa konfederasi ini didominasi oleh suku Miami terutama karena besarnya kota utama suku tersebut, yaitu Kekionga. Tujuan pembentukan konfederasi ini adalah untuk menghentikan perluasan wilayah Amerika Serikat dan perampasan tanah penduduk asli di Wilayah Barat Laut setelah Kerajaan Britania Raya menyerahkan wilayah tersebut kepada Amerika Serikat berdasarkan ketentuan Perjanjian Paris. Akibatnya meletus Perang Indian Barat Laut (1785–1795). Pada mulanya konfederasi ini berhasil mengalahkan pasukan Amerika Serikat, tetapi pada akhirnya setelah Amerika Serikat mengirim jenderal Anthony Wayne, Konfederasi Barat dikalahkan dalam Pertempuran Fallen Timbers. Konfederasi ini pun terpecah dan bersedia berdamai dengan Amerika Serikat, tetapi perlawana nsuku asli Amerika kemudian digelorakan lagi oleh Tenskwatawa (dikenal sebagai "Sang Nabi") dan saudaranya, Tecumseh.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan