Kamis, 15 Oktober 2026
19:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Kompetensi inti

Kompetensi inti

Bagikan:
Strategi
Strategy Topics

Kompetensi inti adalah suatu konsep manajemen yang diperkenalkan oleh C.K. Prahalad and Gary Hamel pada tahun 1990 pada artikel "The Core Competence of the Corporation" yang dimuat di Harvard Business Review. Mereka mendefinisikan kompetensi inti sebagai "pembelajaran kolektif di dalam organisasi, terutama untuk mengoordinasikan beragam keterampilan produksi serta mengintegrasikan aneka jalur teknologi".[1] Kompetensi inti harus memenuhi tiga kriteria, yaitu (1) menyediakan akses potensial kepada berbagai pasar yang luas, (2) memberikan kontribusi signifikan terhadap manfaat produk akhir yang diterima pelanggan, serta (3) sulit ditiru oleh pesaing.[1] Sebagai contoh, perusahaan yang memiliki kompetensi inti di bidang Kontruksi, Jasa Kontruksi yaitu Teknik Sipil, mekanika halus, optika halus, dan mikroelektronika dapat memanfaatkan berbagai kompetensi itu untuk memproduksi kamera serta berbagai produk lain yang membutuhkan kompetensi itu.[1][2]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Prahalad & Hamel, 1990
  2. ↑ https://data.pu.go.id/dataset/tenaga-ahli-konstruksi-klasifikasi-bidang

Bacaan lanjutan

  • Goddard, J. (1997). The Architecture of Core Competence. Business Strategy Review.
  • Prahalad, C.K., Hamel, G. (1990). The Core Competence of the Corporation Diarsipkan 2014-07-14 di Wayback Machine. Harvard Business Review.
  • Hamel, G., Prahalad, C.K. (1994). Competing for the Future. Harvard Business School Press.
  • Zook, C., Allen, J. (2001). Profit from the Core: Growth Strategy in an Era of Turbulence. Harvard Business School Press.
  • Zook, C. (2004). Beyond the Core: Expand Your Market Without Abandoning Your Roots. Harvard Business School Press.
Ikon rintisan

Artikel bertopik pengelolaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan