Selasa, 03 November 2026
09:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Komisi Tinggi Sekutu

Bagikan:

Komisi Tinggi Sekutu (juga dikenal sebagai Komisi Tinggi untuk Pendudukan Jerman, HICOG; dalam bahasa Jerman Alliierte Hohe Kommission, AHK) didirikan oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis setelah runtuhnya Dewan Kontrol Sekutu pada tahun 1948, untuk mengatur dan mengawasi pembangunan Republik Federal Jerman (Jerman Barat) yang baru didirikan.

Referensi

Pranala luar

  • Buse, Dieter K. and Doerr, Juergen C., eds. Modern Germany: An Encyclopedia of History, People, and Culture, 1871-1990 (2 vol. Garland, 1998) p 20.
  • Garner, Curt. "Remaking German democracy in the 1950s: Was the civil service an asset or a liability?." German Politics 6.3 (1997): 16–53.
  • Miller, Paul D. "A bibliographic essay on the Allied occupation and reconstruction of West Germany, 1945–1955." Small Wars & Insurgencies 24.4 (2013): 751–759.
  • Plischke. Elmer. History of the Allied High Commission for Germany, Its Establishment, Structure, and Procedures ( Research Project No. 107 of the Allied High Commission for Germany. 1951) 122pp.
  • Schwartz, Thomas Alan. America’s Germany: John J. McCloy and the Federal Republic of Germany (Harvard University Press, 2013).

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Law No. 63 Clarifying the status of German external assets.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan