Minggu, 27 September 2026
20:51 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Komatit

Komatit

batuan vulkanik ultramafik

Komatit
330px-Komatiite_Lava_in_South_Africa_-_CSIRO_ScienceImage_11033.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lava Komatit di Lembah Komatit, Afrika Selatan
Mineral utama: Olivin, Piroksen, Anortit
Mineral sekunder:
Jenis batuan: Batuan Beku
250px-KomatiiteCanada_682By512.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampel komatit di Englehart, Ontario, Kanada. Spesimen memiliki lebar 9 cm.

Komatit adalah tipe batuan vulkanik ultramafik asal mantel bumi. Komatit mengandung silika, kalium dan alumunium yang rendah, tetapi memiliki kandungan magnesium yang tinggi. Komatit diambil dari nama Sungai Komati di Afrika Selatan.

Komatit yang asli sangat jarang karena umurnya terbatas pada Arkean, walau juga ditemukan komatit berumur Proterozoikum dan Fanerozoikum tetapi dalam jumlah yang sedikit. Kisaran umur yang sempit (Arkean) diperkirakan akibat terjadinya pendinginan mantel, yang 500 derajat lebih panas selama awal hingga akhir Arkean ( 3,8 hingga 2,8 miliar tahun yang lalu). Pada umur awal,bumi memiliki produksi panas yang tinggi akibat panas residual dari Akresi, juga akibat karena adanya kelimpahan unsur-unsur radioaktif.

Secara geografs, Komatit terbatas distribusinya pada area perisai. Komatit terbentuk bersama batuan vulkanik ultramafik dan mafik yang tinggi magnesium di sabuk batuhijau arkean. Komatit termuda ada di pulau Gorgona di Plato samudra Karibia di lepas pasifik Kolombia.

Referensi

Bibliografi

  • Hess, P. C. (1989), Origins of Igneous Rocks, President and Fellows of Harvard College (pp. 276–285), ISBN 0-674-64481-6.
  • Hill R.E.T, Barnes S.J., Gole M.J. and Dowling S.E. (1990), Physical volcanology of komatiites; A field guide to the komatiites of the Norseman-Wiluna Greenstone Belt, Eastern Goldfields Province, Yilgarn Block, Western Australia., Geological Society of Australia. ISBN 0-909869-55-3
  • Blatt, Harvey and Robert Tracy (1996), Petrology, 2nd ed., Freeman (pp. 196–7), ISBN 0-7167-2438-3.
  • S. A. Svetov, A. I. Svetova, and H. Huhma, 1999, Geochemistry of the Komatiite–Tholeiite Rock Association in the Vedlozero–Segozero Archean Greenstone Belt, Central Karelia, Geochemistry International, Vol. 39, Suppl. 1, 2001, pp. S24–S38. PDF Diarsipkan 2004-07-24 di Wayback Machine. accessed 7-25-2005
  • Vernon R.H., 2004, A Practical Guide to Rock Microstructure, (pp. 43–69, 150–152) Cambridge University Press. ISBN 0-521-81443-X
  • Arndt, N.T., and Nisbet, E.G. (1982), Komatiites. Unwin Hyman, ISBN 0-04-552019-4. Hardcover.
  • Arndt, N.T., and Lesher, C.M. (2005), Komatiites, in Selley, RC, Cocks, L.R.M., Plimer, I.R. (Editors), Encyclopedia of Geology 3, Elsevier, New York, pp. 260–267
  • Faure, F., Arndt, N.T. Libourel, G. (2006), Formation of spinifex texture in komatiite: An experimental study. J. Petrol 47, 1591–1610.
  • Arndt, N.T., Lesher, C.M. and Barnes, S.J. (2008), Komatiite, Cambridge University Press, Cambridge, 488 pp., ISBN 978-0-521-87474-8.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan