Selasa, 13 Oktober 2026
21:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Koin induk

Koin induk

Bagikan:
H%E1%BB%93ng_%C4%90%E1%BB%A9c_Th%C3%B4ng_B%E1%BA%A3o_-_Dr._Luke_Roberts_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sebuah koin induk Hồng Đức Thông Bảo (洪德通寶). Dari koin induk ini, mata uang koin Hồng Đức Thông Bảo lainnya diproduksi saat Dinasti Lê.
250px-Zeniza_emaki_%28%22Cash_Mint_Picture_Scroll%22%29_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar dari gulungan Periode Edo yang dibuat pada 1728, menampilkan seorang pria yang menekan koin induk ke cetakan pasir untuk menciptakan cetakan mata uang koin untuk memproduksi koin di Domain Sendai.

Koin induk (Hanzi tradisional:母錢; Hanzi sederhana:母钱; Pinyin:mǔ qián), atau dikenal juga sebagai koin benih, koin matriks,[1] atau koin model (樣錢),[2] adalah koin yang digunakan saat tahap awal proses pengecoran untuk memproduksi mata uang koin Tiongkok, Jepang, Korea, Ryukyu, dan Vietnam. Karena mata uang koin diproduksi menggunakan pengecoran cetakan pasir, koin induk diproduksi lebih dahulu sebagai bentuk dasar dari koin lainnya yang dirilis untuk diedarkan.

Di bawah dinasti Han di Tiongkok mulai memproduksi mata uang koin menggunakan cetakan perunggu untuk menyelesaikan inkonsistensi yang terjadi pada koin yang diedarkan. Solusi ini hanya bekerja setengah dan pada abad ke-6, koin induk diperkenalkan untuk menyelesaikan masalah inkonsistensi ini. Jepang mengadopsi penggunaan koin induk pada tahun 600-an dan koin induk tersebut digunakan untuk memproduksi koin Jepang hingga periode Meiji. Koin induk yang awalnya dipersiapkan dengan mengukir pola dengan petunjuk dari mata uang koin yang diproduksi. Saat proses produksi, koin induk yang digunakan untuk membuat desain cetakan dibuat dari metal yang mudah untuk dikerjakan, seperti timah. Cetakan ini diletakkan pada bingkai persegi panjang yang dibuat dari kayu pir yang diisi dengan pasir basah halus yang kemungkinan dicampur dengan tanah liat, dan ditingkatkan dengan arang atau arang halus agar metal cair dapat mengalir dengan baik. Bingkai ini menjadi lapisan yang memisahkan dua bagian dari cetakan koin. Koin induk lalu diambil dan diletakkan di atas bingkai kedua dan proses tersebut diulangi hingga lima belas lapisan cetakan telah diproduksi berdasarkan satu koin induk. Setelah didinginkan, "pohon koin" (錢樹) atau tongkat metal panjang dengan koin baru yang diproduksi diambil dari cetakan dan koin-koin tersebut diambil dan dibersihkan. Setelah dibersihkan dan tepi kasarnya telah diperhalus, koin-koin tersebut diikat dan diedarkan.[3][4]

Mata uang koin Sangpyeong Tongbo [ko] (常平通寶) dikenal sebagai yeopjeon (葉錢, "koin daun") karena koin tersebut terlihat seperti daun pada ranting saat mereka diproduksi.[5][6]

Pengenalan dan penggunaan koin induk pada proses pengecoran terbukti penting dalam kontrol kualitas dari mata uang koin. Hanya perbedaan kecil antara koin induk yang tersisa oleh karena kemampuan dari pemahat. Jika koin induk memiliki sedikit kesalahan maka kesalahan ini akan terlihat pada setiap koin yang diproduksi darinya. Maka dari itu, koin induk dengan ketidaksempurnaan apa pun dengan cepat ditarik dari proses produksi sebelum memengaruhi banyak koin yang akan diedarkan. Oleh karena kontrol kualitas tinggi, koin induk dengan cacat hampir tidak pernah ditemukan.[7]

Referensi

  1. ↑ Cao Jin (曹晉) (2015). "Mints and Minting in Late Imperial China Technology Organisation and Problems" (dalam bahasa Inggris). Academia.edu. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Qianpu 錢譜.". By Ulrich Theobald (Chinaknowledge – An Encyclopaedia on Chinese History, Literature and Art) (dalam bahasa Inggris). 5 Desember 2013. Diakses tanggal 5 Agustus 2023. During the Republican period (1911–1949), the Imperial Palace Museum (at that time called Guoli Beiping gugong bowuyuan 國立北平故宮博物院) published a collection of coin catalogues from the possession of the imperial palace, called Gugong Qing qianpu 故宮清錢譜. It includes the illustrations of 284 zuqian 祖錢 "progenitor coins", muqian 母錢 "mother coins" or yangqian 樣錢 "model coins" that served as the standards for official coins.
  3. ↑ "The Manufacture of Cash Coins". Dr. Luke Roberts di Department of History – University of California at Santa Barbara (dalam bahasa Inggris). 24 Oktober 2003. Diakses tanggal 2 Juli 2018.
  4. ↑ Zuroku Nihon no kahei (dalam bahasa Jepang). Vol. 3. Touyou Keizai Shinpousha. 1974. hlm. 72–79.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |city= diabaikan (|location= disarankan)
  5. ↑ Not listed (2019). "Korean Currency" (dalam bahasa Inggris). Institut Nasional Sejarah Korea. Diakses tanggal 29 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Joseph E. Boling, NLG (1988). "Korea – A Numismatic Survey" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Moneta-Coins.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. (Artikel ini telah ditransposisikan menjadi format ini sejak edisi tambahan Juli 1988 disertakan dengan Coin World. Judul aslinya dalah: "Beyond Cash – A Numismatic Survey of Korea)
  7. ↑ "Basics of distinguishing Kan'ei coins". Luke Roberts di Department of History – University of California at Santa Barbara. (dalam bahasa Inggris). 24 Oktober 2003. Diakses tanggal 16 Juni 2017.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan