Senin, 26 Oktober 2026
01:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kodok sulawesi

Kodok sulawesi

Bagikan:
Kodok Sulawesi
250px-Ingerophrynus_celebensis.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Bufonidae
Genus: Ingerophrynus
Spesies:
I. celebensis
Nama binomial
Ingerophrynus celebensis
Günther, 1859
Sinonim

Bufo celebensis

Kodok Sulawesi (Ingerophrynus celebensis) adalah spesies katak dari famili Bufonidae. Ini adalah endemik Sulawesi Indonesia .

Habitat

Spesies ini endemik Sulawesi di Indonesia. Katak ini dapat dijumpai sampai dengan ketinggian 1000 m di Sulawesi, Pulau Muna, Buton dan Banggai

Habitat alami di daerah lembap hutan dataran rendah, sungai, danau air tawar, rawa, tanah yang subur, padang rumput, perkebunan, kebun pedesaan, perkotaan, tambak, kolam, lahan irigasi, lahan pertanian banjir musiman, dan selokan.

Deskripsi

Kodok Sulawesi betina mempunyai panjang tubuh 67–80 mm dan berat 30-42 gram. Pejantan dewasa berukuran lebih kecil dari betina yaitu 48-59 milimeter dengan berat tubuh 10-19 gram.

Kodok Sulawesi secara umum menjadi pemakan semut. Di pulau Sulawesi, kodok Sulawesi berpesta melahap semut yellow crazy yang menyerbu pulau tersebut serta lokasi tropis lainnya. Semut ini telah mendesak keluar semut asli dan mengganggu ekosistem di banyak tempat. Semut penyerbu ini mengerubungi dengan agresif pada setiap musuh dengan zat kimia beracun asam format selama pertempuran. Namun, katak Sulawesi tetap memakan semut tersebut.[1]

Sebagai predator semut kuning, kodok ini dapat membantu menjaga semut asli di perkebunan kakao Sulawesi . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keragaman semut asli akan membantu menjaga keseimbangan hama dan penyakit pohon kakao.[2]

Catatan Kaki

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan