Rabu, 28 Oktober 2026
16:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kiyomizudera

Kiyomizudera

wihara di Jepang

Bagikan:
Kiyomizu-dera
清水寺
330px-Kiyomizu-dera%2C_Kyoto%2C_November_2016_-02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiBuddhisme
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kiyomizudera&revid=28590345&groups=_9bebc40d6485fb746308cf582b351cbfa36698ef&parser=parsoid
Peta interaktif Kiyomizu-dera
清水寺
NegaraJepang
Koordinat34°59′41″N 135°47′06″E / 34.994831°N 135.785003°E / 34.994831; 135.785003
Situs web
http://www.kiyomizudera.or.jp/

Kiyomizu-dera (清水寺), secara resmi bernama Otowa-san Kiyomizu-dera (音羽山清水寺) merupakan kuil Budha kuno, yang dibangun pada tahun 798 dan sudah 10 kali mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang atau bencana alam. Di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang disebut dengan Dewa Perjodohan, dan di depan kuil terdapat 2 batu yang sering disebut "Batu Buta" dan "Batu Peramal Cinta".

Konon kabarnya menurut penduduk setempat dengan menutup mata berjarak 100 m kita berjalan menuju batu buta tersebut dengan menutup mata atau memejamkan mata dan sampai tepat di depan batu buta, maka keinginan kita akan tercapai. Untuk menguji kesetiaan hati pada pasangan, kita dapat mencoba batu peramal cinta, caranya tetap sama dengan memejamkan mata, tetapi bila arah kaki kita tidak tepat menuju batu peramal cinta atau melenceng jauh maka hati kita masih memikirkan orang lain.

Galeri

  • Kiyomizu-dera in cherry blossom season
    Kiyomizu-dera in cherry blossom season
  • Kiyomizu-dera in autumn
    Kiyomizu-dera in autumn
  • The veranda of Kiyomizu-dera
    The veranda of Kiyomizu-dera
  • A niōmon (deva gate)
    A niōmon (deva gate)
  • Rear view of pagoda and adjacent building
    Rear view of pagoda and adjacent building
  • Statuettes of Ksitigarbha (or Jizō) en masse
    Statuettes of Ksitigarbha (or Jizō) en masse
  • Otowa-no-taki, the waterfall where visitors drink for health, longevity, and success in studies
    Otowa-no-taki, the waterfall where visitors drink for health, longevity, and success in studies
  • Torii of Jishu-jinja, a matchmaking shrine
    Torii of Jishu-jinja, a matchmaking shrine
  • Sueyoshi red seal ship in 1633, with foreign pilots and sailors. A Kiyomizu-dera "Ema" (絵馬) painting.
    Sueyoshi red seal ship in 1633, with foreign pilots and sailors. A Kiyomizu-dera "Ema" (絵馬) painting.
  • Evening silhouette of three-story pagoda
    Evening silhouette of three-story pagoda

Catatan

Referensi

  • Graham, Patricia J. (2007) Faith and Power in Japanese Buddhist Art (Honolulu: University of Hawaii Press) ISBN 978-0-8248-3126-4.
  • Ponsonby-Fane, Richard Arthur Brabazon. (1956) Kyoto: The Old Capital of Japan, 794-1869. Kyoto: The Ponsonby Memorial Society.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan