Senin, 02 November 2026
19:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kipas liturgi (Gereja Ortodoks)

Bagikan:
250px-Ripida.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ripidia dari abad ke-19

Ripidia atau Kipas Malaikat merupakan kipas yang digunakan dalam ritual peribadatan gereja-gereja timur.[1][2] Ripidia atau kipas liturgi ini biasanya dibawa oleh para misdinar di sepanjang prosesi peribadatan bersamaan dengan membawa hadiah Ekaristi dan Kitab Suci.[3]

Pada gereja-gereja timur, ripidia ini sudah mulai digunakan sejak abad pertama Kekristenan. Biasanya ripidia ini terbuat dari logam dan berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat ikon seorang malaikat serta biasanya mereka dibuat secara sepasang.

Pada gereja-gereja ritus Bizantium, ripidia ini dibawa saat perarakan agung memasuki ruang peribadatan dan seluruh prosesi dalam ritual peribadatan, pada tradisi gereja-gereja di Rusia ripidia ini juga sering digunakan untuk menghormati relik atau ikon suci. Ketika tidak digunakan, sepasang ripidia ini biasanya diletakkan secara tegak berdiri di belakang altar, tetapi pada beberapa tradisi lain, ripidia ini biasanya diletakkan di tempat lain dekat altar karena pada umumnya di belakang altar terdapat ikon Kristus dan Theotokos.

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik Gereja Ortodoks Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan