Selasa, 29 September 2026
03:28 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Keta

Untuk kegunaan lain, lihat Keta (disambiguasi).

Keta merupakan nama suatu daerah vazal yang terkenal pada zaman Majapahit yang melakukan pemberontakan, bersama-sama dengan daerah Sadeng pada tahun 1331. Pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pasukan Majapahit di bawah pimpinan patih Kadiri saat itu, Gajah Mada. Keberhasilan Gajah Mada inilah yang mengantarkannya pada jabatan patih Majapahit sehingga Gajah Mada berkesempatan untuk mewujudkan cita-citanya yang tercantum di Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara.

Nama Keta saat ini sudah tidak bisa ditemukan lagi di peta Indonesia karena Keta saat ini dikenal dengan nama Besuki yang terletak di Kabupaten Situbondo dan berlokasi di pantai utara Jawa. Nama Keta telah digunakan oleh daerah yang mana lokasinya tidaklah jauh dari Besuki. Keta telah berubah nama menjadi Ketah, nama satu desa yang berlokasi disebelah timur Demung yaitu perbatasan Kec. Besuki (Demung) dan Kec. Suboh (Ketah).

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan