Senin, 05 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan
Susuhunan

Susuhunan

gelar bangsawan Nusantara

Bagikan:
Peringkat raja-raja, kaum bangsawan, dan
kesatria
Mahkota Kekaisaran Susuhunan Surakarta
Kaisar / Padisyah / Maharaja / Rajadiraja / Raja Agung / Sultan Agung / Susuhunan
Raja / Aji / Somba
Mo'ang Ratu / Sultan
Adipati Utama  / Penembahan Agung
Pangeran Agung / Panembahan
Adipati Agung / Haryapatih
Mahasenapati
Pangeran Darah  / Infante
Adipati
Senapati
Pangeran Berdaulat / Fürst / Datu / Umbu / Arung Matoa
Kakang / Mo'ang / Fettor / Karaeng / Arung
Tumenggung / Marquis / Margraf / Landgraf /
Penglingsir Puri
Bupati / Kepala Suku / Sibayak / Po (Suku Lema)
Bupati Muda / Tuan Muda / Urung
Baron / Raden / Penghulu Kampung / Tana Alant / Tuan Tanah
Baronet  / Mas
Kesatria Turunan
Kesatria
Bentara
Bangsawan / Raden / Priayi

Susuhunan atau disingkat sebagai Sunan (Dalam tradisi beberapa Kesultanan di Indonesia) adalah gelar yang merujuk pada penguasa monarki yang, jika digunakan dalam konteks ini, artinya adalah "Tuan dari segala tuan". Meskipun demikian, penggunaannya juga ditujukan kepada orang yang dihormati. Gelar ini berasal dari bahasa Jawa Kuno susuhunan yang berakar dari kata suhun. Istilah "susuhunan" dapat diartikan sebagai "junjungan".

Di pulau Jawa gelar ini tidak hanya digunakan pada penguasa monarki tetapi juga oleh ulama anggota Sembilan Wali (Wali Songo), yang merupakan penyebar agama Islam. Selain di Jawa, gelar ini juga digunakan untuk para raja-raja Klungkung di pulau Bali yang merupakan penguasa tertinggi di pulau Bali

Beberapa daerah yang menggunakan gelar ini adalah Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kerajaan Klungkung Bali (sebagai Susuhunan Bali dan Lombok), Kesultanan Banjar dan Kesultanan Palembang. Namun, hanya dua yang pertama yang menggunakannya sebagai gelar penguasa, sementara dua yang terakhir menggunakannya sebagai gelar kehormatan.

Penggunaan

Daftar anggota Walisongo

Daftar susuhunan dari Mataram

Daftar susuhunan dari Surakarta

Daftar susuhunan dari Klungkung, Bali

  • Ida I Dewa Agung Jambe (1686 - 1722)
  • Ida I Dewa Agung Made (1722 - 1736)
  • Ida I Dewa Agung Dimadya (1736 - 1760)
  • Ida I Dewa Agung Sakti (1760 - 1790)
  • Ida I Dewa Agung Panji (1780 - 1789) (Wali raja)
  • Ida I Dewa Agung Surawirya Putra Kusanegara (1790 - 1809)
  • Ida I Dewa Agung Surawirya Putra II (1814 - 1850)
  • Ida I Dewa Agung Istri Kania (1821 - 1850) (CO Regent)
  • Ida I Dewa Agung Surawirya Putra III (1851 - 1903)
  • Ida I Dewa Agung Surawirya Putra IV (1904 - 1908)
  • Ida I Dewa Agung Oka Geg (1929 - 1951)
  • Ida Dalem Semaraputra (2010 - Sekarang)

Penggunaan dalam masyarakat Sunda dan Tengger

Masyarakat Sunda memakai "sunan" untuk menyebut orang yang memiliki kedudukan terhormat (Susuhunan). Salah satu contohnya adalah penyebutan tokoh Sunan Ambu, sosok perempuan mulia yang merupakan ibu dari kebudayaan Sunda.

Masyarakat Tengger yang mewarisi tradisi Jawa pra-Islam, menyebut beberapa nama leluhur dan roh-roh pelindung dengan gelar sunan, seperti:

  • Sunan Pernoto (roh yang mendiami Pura Luhur Ponten dan juga salah satu anak Rara Anteng dan Joko Seger)
  • Sunan Perniti (pelindung tangga naik ke Bromo, juga salah satu anak Rara Anteng dan Joko Seger)
  • Sunan Dewa Kusuma (roh yang mendiami kawah Bromo, juga salah satu anak Roro Anteng dan Joko Seger), dan
  • Sunan Ibu (roh Bromo).

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri susuhunan di kamus bebas Wikikamus.
Ikon rintisan

Artikel bertopik gelar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan