Minggu, 01 November 2026
16:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kesamaan nilai

Bagikan:
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Dalam permainan dan olahraga kesamaan nilai (Inggris: tiebreak/tiebreaker) digunakan penghilangan pemenang dari antara pemain atau tim yang terikat pada akhir kontes, atau satu set kontes

Sejarah Tiebreak

Tiebreak diciptakan oleh James Van Alen pada tahun 1965, setelah sistem yang diciptakan sebelumnya yakni Van Alen Streamlined Scoring System (VASSS) tidak berhasil memenuhi harapan. Dua tahun sebelum era pertandingan terbuka dimulai, yakni di 1955 dan 1956, di Kejuaran Professional AS di Cleveland, Ohio menggunakan aturan VASSS. Skor sama seperti dilakukan untuk tenis meja di mana set memainkan 21-angka dan pemain memukul servis bola setiap 5-angka. Aturan ini ternyata juga diterapkan untuk membatasi kehebatan servis pemain juara bertahan ketika itu, yakni Pancho Gonzales. Namun, walaupun dengan aturan baru ini, Gonzales mengalahkan Pancho Segura in final turnamen tanun 1955 dan 1956, di mana pertandingan final 1955 berlangsung dengan skor 21-19 yang dimenangkan Gonzales yang memakan waktu 47 menit. Namun para fans yang menyaksikan pertandingan menginginkan kembali sistem aturan tradisional, dan di turnamen 1957 kembali ke sistem skor yang lama.

Kemudian tiebreak yang diciptakan oleh Van Alen di 1965 mulai diperkenalkan di kejuaraan AS Terbuka 1970 setelah sukses dengan periode uji coba di Newport, Rhode Island. Awalnya, pemenang tiebreak adalah pemain pertama yang mencapai angka 5 dan tidak ada aturan harus selisih 2 angka.

Pendorong utama dibutuhkannya tiebreak adalah ketika pertandingan monumental Wimbledon 1969 antara Pancho Gonzales dan Charlie Pasarell. Ini adalah pertandingan 5-set yang berlangsung 5 jam 12 menit dan berlangsung dua hari. Pada set kelima, Gonzales yang ketika itu berumur 41 tahun memenangkan semua set 7-angka, di mana 2 set di antaranya Gonzales menang atas Pasarell setelah kedudukan 0-40. Skor akhir adalah 22-24, 1-6, 16-14, 6-3 dan 11-9.

Pada tahun 1971, tiebreak diperkenalkan di Wimbledon di mana diterapkan pada setiap set kecuali skor akhirnya 8-8. Pada tahun 1979, tie break diubah diterapkan di setiap set dengan skor 6-6, kecuali set terakhir.

Angka pertandingan tiebreak

Pada angka atau skor 6-6, akhir dari set ditentukan oleh game yang disebut sebagai "Tiebreak 7 angka". Skor ini dihitung berdasarkan perolehan angka bilangan bulat (1,2, dst nya), di mana set akan dimenangkan oleh pemain yang memenangkan sedikitnya tujuh angka dan berselisih paling sedikit dua angka dari lawannya. Sebagai contoh, pada kedudukan tiebreak 6-5, pertandingan dimenangkan pemain dengan angka 6 bila ia memperoleh angka berikutnya (7). Sebaliknya bila pemain dengan angka 5 memperoleh angka 6 maka tie break terjadi lagi hingga tercapai selisih dua angka. Karena tiebreak ini memainkan game utk menentukan kemenangan set, maka skor set selalu 7-6 atau 6-7. Namun sering kali skor tie break dicantumkan lengkap, misalnya 7-6(10-8). Cara lainnya adalah hanya mencantumkan angka dari pemain yang kalah. Bila dinyatakan 7-6(8), maka berarti angka 8 adalah milik pemain yang kalah di mana pemain yang menang pasti angkanya selisih dua (yakni 10).

Pemain yang melakukan tie break adalah pemain yang melakukan servis bola setelah kedudukan 6-6, yang mana biasa dikatakan tiebreak adalah utk pemain ini. Pemain memukul servis bola dari posisi deuce (sebelah kanan) dan melakukannya hanya untuk 1 angka. Kemudian pemain bergantian melakukan servis bola untuk 2-angka hingga tie break selesai. Service bola pertama dari 2-angka ini dilakukan dari posisi advantage (sebelah kiri). Adapun service bola kedua dari 2-angka selanjutnya dilakukan dari posisi deuce (sebelah kanan). Setelah kelipatan 6 angka, kedua pemain bertukar tempat. Di akhir tiebreak, pemain bertukar tempat lagi, karena kedudukan skor set selalu ganjil (13 game).

Selain tie break ini, ada lagi alternatif lainnya yang disebut Coman tie-break yang dipakai / diterapkan oleh Asosiasi Tenis AS. Tata cara skor nya sama, tapi para permain bergantian melakukan servis bola setiap 4-angka. Dengan cara ini, pemukul servis bola pada pertandingan tenis ganda akan melakukan servis bola dari sisi lapangan yang sama selama set tie break ini berlangsung.

Kriteria kesamaan nilai

Sistem Kompetisi

Artikel utama: Sistem kompetisi
  • Produktivitas gol (goal productivity)

Dalam sistem ini selama babak grup diurutkan berdasarkan selisih gol apabila terjadi kesamaan nilai sebagai berikut:

  1. Poin
JenisNilai poin
Sepak bolaMenang=3, Seri=1, Kalah=0
Futsal
BasketMenang=2, Kalah=1
Voli
Voli pantai
Polo air
Sepak takraw
Sofbol
Bisbol
Hoki
  1. Selisih gol
  2. Banyak gol kemasukkan
  3. Hasil kemenangan pertandingan
  4. Urutan dari awal sampai akhir bila dua atau lebih posisi sama (misalnya poin dan selisih gol sama)
  5. Undian

Dalam sistem dikenal sebagai aturan produktivitas gol.

  • Pertemuan tanding (head to head)

Dalam sistem ini selama babak grup bilamana negara yang dipertandingkan menang dengan lawannya pada bertemu di mana terjadi kesamaan nilai. aturan ini mudah sangat merugikan bagi negara yang dipertandingkan kalah walaupun jumlah gol kemasukkan lebih banyak dibandingkan pemenang. Jika nilainya seri maka negara yang selisih gol lebih banyak dinyatakan menang.

Dalam sistem ini umumnya berlaku ketika memasuki babak gugur setelah menjadi finalis babak grup baik sistem nilai tunggal atau aggerat. Adu penalti dilakukan setelah perpanjangan waktu.

Sistem gugur

Artikel utama: Sistem gugur

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan