Selasa, 03 November 2026
13:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kerusuhan Birmingham 1791

Kerusuhan Birmingham 1791

Bagikan:
250px-Priestley_Riots_painting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Joseph Priestley diserang.

Kerusuhan Priestley (juga disebut Kerusuhan Birmingham 1791) berlangsung dari tanggal 14 Juli hingga 17 Juli 1791 di Birmingham, Inggris. Para perusuh menyerang kaum pengingkar Inggris, terutama Joseph Priestley. Berbagai isu seperti perselisihan mengenai pembelian buku perpustakaan umum serta upaya para pengingkar untuk memperoleh hak sipil penuh dan dukungannya atas Revolusi Prancis mendorong para perusuh melancarkan aksinya.

Kerusuhan dimulai dengan diserangnya Royal Hotel di Birmingham - tempat diadakannya perjamuan yang bersimpati pada Revolusi Prancis. Kemudian, setelah menyerang gereja dan rumah Priestley, para perusuh menyerang dan membakar empat kapel, dua puluh tujuh rumah, dan beberapa bisnis milik pengingkar. Banyak perusuh yang dimabukkan oleh minuman keras yang mereka jarah, atau yang didapat sebagai sogokan. Namun, sebuah kelompok kecil tidak dapat disuap dan tidak mabuk. Para perusuh tidak hanya membakar rumah dan kapel para pengingkar, tetapi juga tempat tinggal orang-orang yang mereka kaitkan dengan para pengingkar, seperti anggota Lunar Society yang ilmiah.

Meski kerusuhan ini tidak dilancarkan oleh Perdana Menteri William Pitt, pemerintah nasional cenderung lambat dalam menanggapi permintaan tolong para pengingkar. Pejabat lokal Birmingham tampaknya terlibat dalam merencanakan kerusuhan, dan mereka cenderung enggan dalam menangkapi biang keladinya. Industrialis James Watt menulis bahwa kerusuhan ini "memecah [Birmingham] menjadi dua kelompok yang sangat membenci satu sama lain".[1] Mereka yang diserang perlahan-lahan meninggalkan Birmingham, sehingga menjadikannya kota yang lebih konservatif bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Catatan kaki

  1. ↑ Qtd. in Rose, 83.

Bibliografi

  • —. An Authentic Account of the Riots in Birmingham, also . . . the trials of the Rioters. Birmingham, n.p.: 1791. Eighteenth Century Collections Online. Retrieved on 28 February 2008.
  • —. Views of the Ruins of the Principal Houses Destroyed during the Riots at Birmingham. London: J. Johnson, 1791.
  • Butler, Marilyn, ed. Burke, Paine, Godwin, and the Revolution Controversy. Cambridge: Cambridge University Press, 2002. ISBN 0-521-28656-5.
  • Hutton, William. "A Narrative of the Riots in Birmingham, July 1791". The Life of William Hutton. London: Printed for Baldwin, Cradock, and Joy, Paternoster Row; and Beilby and Knotts, Birmingham, 1816. Google Books. Retrieved on 28 February 2008.
  • Maddison, R. E. S. and Francis R. Maddison. "Joseph Priestley and the Birmingham Riots." Notes and Records of the Royal Society of London 12.1 (August, 1956): 98–113.
  • Martineau, Dennis. "Playing Detective: The Priestley Riots of 1791." Birmingham Historian 12–13 (1997): 11–18.
  • Priestley, Joseph. An Appeal to the Public on the Subject of the Riots in Birmingham. Birmingham: Printed by J. Thompson, 1791. On line, Google Books.
  • Rose, R. B. "The Priestley Riots of 1791." Past and Present 18 (1960): 68–88.
  • Schofield, Robert E. The Enlightened Joseph Priestley: A Study of His Life and Work from 1773 to 1804. University Park: Pennsylvania State University Press, 2004. ISBN 0-271-02459-3.
  • Sheps, Arthur. "Public Perception of Joseph Priestley, the Birmingham Dissenters, and the Church-and-King Riots of 1791." Eighteenth-Century Life 13.2 (1989): 46–64.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan