Jumat, 30 Oktober 2026
02:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Transplantasi selaput bening mata

Transplantasi selaput bening mata

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2020)
250px-Cornea_Transplant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Transplantasi kornea setelah satu tahun penyembuhan, dua jahitan yang terlihat
250px-A_human_eye_1_day_after_a_cornea_transplant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kondisi setelah satu hari pasca transpantasi.

Transplantasi selaput bening mata atau keratoplasti adalah sebuah tindakan medis berupa penggantian selaput bening mata (kornea) yang dianggap sudah keruh diganti kornea baru yang didapat dari pendonor.[1] Tindakan tersebut ditempuh karena kornea keruh akibat dari terbentuknya jaringan parut, sebagai akibat penyakit atau luka pada kornea.[1] Kondisi keruh kornea tersebut mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan penglihatan. Kekeruhan dapat terjadi pada bagian lapisan luar atau di seluruh tebalnya kornea.[1] Transpantasi selaput bening mata tersebut terbagi dalam dua tipe:

  1. Transplantasi jenis keratoplasti lamelar, yaitu penggantian hanya lapisan luar kornea.[1] Dalam hal ini, yang diganti hanya lapisannya saja.[1]
  2. Transplantasi jenis keratoplasti tembus, yaitu penggantian seluruh lapisan kornea, diperlukan kornea baru yang segar.[1]

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, transplantasi tersebut dimulai pada tahun 1905 dan berhasil.[2] Transplantasi pertama dilakukan di Amerika Serikat, kornea jarang dijahitkan di tempatnya atau dipertahankan di tempatnya dengan jahitan penguat ke sklera, bukan ke kornea.[2] Kemudian pada tahun 1950, transplantasi tersebut semakin meyakinkan karena keberhasilannya.[2] Dibutuhkan banyak pihak untuk mendukung keberhasilan ini, salah satunya adanya bank mata yang menampung donor kornea.[2] Dibutuhkan beberasa syarat, dilakukan dengan sangat hati-hati, dibutuhkan pemotongan kornea dari donor lebih besar dari ukuran kornea penerima (0.5 mm lebih besar).[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3615
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia)Barbara J. Gruendaemann & Billie Fernsebner., Keperawatan Perioperatif. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 1996, hal. 35-36
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan