Kamis, 08 Oktober 2026
05:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Kerajaan Matamba

Bagikan:

Kerajaan Matamba (1631–1744) adalah negara yang berdiri pada masa pra-kolonial di wilayah Baixa de Cassange di Provinsi Malanje, Angola modern. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang kuat dan mampu melawan upaya kolonisasi Portugis selama berpuluh-puluh tahun. Mereka baru teintegrasi dengan Angola pada akhir abad ke-19.

Dokumen pertama yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Matamba adalah pernyataan Raja Kongo Afonso I dari Kongo pada tahun 1530 yang menyebutkan bahwa Matamba membayar upeti kepada Kongo. Pada tahun 1535, Afonso menyebut Matamba sebagai salah satu wilayah yang ia kuasai sebagai raja. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai sejarah awal kerajaan ini dan tradisi lisan sejauh ini belum menunjukannya secara jelas. Namun, kemungkinan Kongo tidak pernah menjajah Matamba dan para penguasa Matamba tetap merdeka.

Pada pertengahan abad ke-16, Matamba dipimpin oleh seorang ratu yang tidak diketahui namanya. Ia menerima misionaris dari Kongo yang saat itu telah menjadi kerajaan Kristen. Walaupun sang ratu menerima para misionaris yang dikirim oleh Raja Diogo I dari Kongo (1545–1561), tidak ada indikasi bahwa Matamba menjadi Kristen sesudahnya.

Referensi

  • David Birmingham, Trade and Conquest in Angola: the Mbundu and their Neighbours under the Influence of the Portuguese (Oxford, 1966)
  • Graziano Saccardo, Congo e Angola con la storia dell'antica missione dei Cappuccini

(3 volumes, Venice, 1982-3)

  • Fernando Campos, "A data da morte de D. Verónica I, Rainha de Ndongo e Matamba," Africa (São Paulo) 1982
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan