Senin, 19 Oktober 2026
20:41 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Kerajaan Matamba

Bagikan:

Kerajaan Matamba (1631–1744) adalah negara yang berdiri pada masa pra-kolonial di wilayah Baixa de Cassange di Provinsi Malanje, Angola modern. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang kuat dan mampu melawan upaya kolonisasi Portugis selama berpuluh-puluh tahun. Mereka baru teintegrasi dengan Angola pada akhir abad ke-19.

Dokumen pertama yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Matamba adalah pernyataan Raja Kongo Afonso I dari Kongo pada tahun 1530 yang menyebutkan bahwa Matamba membayar upeti kepada Kongo. Pada tahun 1535, Afonso menyebut Matamba sebagai salah satu wilayah yang ia kuasai sebagai raja. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai sejarah awal kerajaan ini dan tradisi lisan sejauh ini belum menunjukannya secara jelas. Namun, kemungkinan Kongo tidak pernah menjajah Matamba dan para penguasa Matamba tetap merdeka.

Pada pertengahan abad ke-16, Matamba dipimpin oleh seorang ratu yang tidak diketahui namanya. Ia menerima misionaris dari Kongo yang saat itu telah menjadi kerajaan Kristen. Walaupun sang ratu menerima para misionaris yang dikirim oleh Raja Diogo I dari Kongo (1545–1561), tidak ada indikasi bahwa Matamba menjadi Kristen sesudahnya.

Referensi

  • David Birmingham, Trade and Conquest in Angola: the Mbundu and their Neighbours under the Influence of the Portuguese (Oxford, 1966)
  • Graziano Saccardo, Congo e Angola con la storia dell'antica missione dei Cappuccini

(3 volumes, Venice, 1982-3)

  • Fernando Campos, "A data da morte de D. Verónica I, Rainha de Ndongo e Matamba," Africa (São Paulo) 1982
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan