Kamis, 29 Oktober 2026
20:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kerajaan Loango

Kerajaan Loango

Bagikan:
Kerajaan Loango
c. 1550–1883
Bendera Loango
Bendera
Letak Kerajaan Loango
Letak Kerajaan Loango
Ibu kotaBuali (atau Mbanza Loango)
Bahasa umumKikongo
Agama Agama tradisional Afrika
PemerintahanMonarki
Sejarah 
• Didirikan
c. 1550
• Dibubarkan
1883
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Kongo
Kongo Prancis

Kerajaan Loango, yang juga disebut Kerajaan Lwããgu,[1] adalah negara yang berdiri dari abad ke-15 hingga abad ke-19 di wilayah yang kini merupakan bagian dari Republik Kongo. Pada puncak kejayaannya, kerajaan ini membentang dari Tanjung Santa Katarina hingga mulut Sungai Kongo.

Loango mengekspor tembaga ke pasar Eropa dan juga merupakan produsen dan pengekspor kain.

Walaupun bukti sejarah masih belum pasti, diyakini Njimbe merupakan pendiri dan penguasa pertama kerajaan ini. Kerajaan ini dibubarkan setelah Konferensi Berlin (1884–1885) membagi-bagi Afrika Tengah untuk bangsa Eropa.

Catatan kaki

Referensi

  • Martin, Phyllis (1972). The External Trade of the Loango Coast, 1576-1870: The Effects of Changing Commercial Relations on the Vili Kingdom of Loango. Oxford: Oxford University Press


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan