Selasa, 03 November 2026
12:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kerajaan Kent

Kerajaan abad pertengahan awal di Inggris (sekitar 455–825 M)

Bagikan:

Kerajaan Kent, atau yang dulunya dikenal sebagai Kerajaan Orang Kent (bahasa Inggris: Kingdom of the Kentish), adalah kerajaan abad pertengahan awal yang terletak di wilayah yang sekarang menjadi Inggris Tenggara. Kerajaan ini diperkirakan berdiri antara abad kelima atau abad keenam Masehi. Keberadaannya berakhir ketika Kerajaan Kent sepenuhnya diserap oleh Kerajaan Wessex pada pertengahan abad ke-9, dan kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Inggris pada awal abad ke-10.

Sebelum kerajaan ini berdiri, wilayah Kent di bawah administrasi Romawi-Britania kerap menghadapi serangan dari laut pada abad ke-4 M. Kemungkinan besar, kelompok tentara bayaran (foederati) berbahasa Jermanik diundang untuk menetap guna menjaga wilayah tersebut. Setelah administrasi Romawi berakhir pada tahun 410, kelompok suku Jermanik lainnya berdatangan, sebagaimana dibuktikan oleh temuan arkeologis dan naskah Anglo-Saxon. Kelompok etnis utama yang menetap tampaknya adalah suku Jutes; mereka mendirikan kerajaan di Kent Timur dan mungkin awalnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Franka. Terdapat pula dugaan bahwa komunitas Saxon Timur atau Tengah awalnya menetap di Kent Barat sebelum akhirnya melebur dengan kerajaan Kent Timur yang kian meluas pada abad ke-6.

Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Kent menjadi salah satu kekuatan penting di Inggris Tenggara. Raja Kent yang paling awal tercatat adalah Æthelberht. Pada akhir abad ke-6, ia memegang pengaruh besar sebagai bretwalda (penguasa tertinggi) atas raja-raja Anglo-Saxon lainnya. Masa pemerintahannya juga menjadi tonggak sejarah penting karena menandai awal Kristenisasi bangsa Anglo-Saxon, yang dimulai dengan kedatangan biarawan Agustinus dari Canterbury beserta misi Gregoriannya pada tahun 597 M.

Sebagai salah satu dari tujuh kerajaan dalam Heptarki Anglo-Saxon, Kent perlahan kehilangan kedaulatannya. Pada abad ke-8, statusnya turun menjadi kerajaan bawahan (sub-kingdom) di bawah kekuasaan Mercia, kemudian beralih menjadi bawahan Wessex pada pertengahan abad ke-9, hingga akhirnya terserap sepenuhnya ke dalam Kerajaan Inggris yang bersatu pada awal abad ke-10. Meskipun kerajaannya runtuh, nama wilayah ini terus dipertahankan hingga kini sebagai county Kent. Seluruh rekam jejak sejarah ini diketahui melalui studi naskah kuno seperti Kronik Anglo-Saxon dan Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris (Ecclesiastical History of the English People), serta bukti arkeologis dari pemakaman, permukiman, dan toponimi (nama tempat).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan