Jumat, 06 November 2026
19:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kepler-11 b

Kepler-11 b

planet luar surya di rasi bintang Cygnus

Bagikan:
Kepler-11b
250px-Exoplanet_Comparison_Kepler-11_b.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan ukuran Kepler-11 b (abu-abu) dengan Bumi dan Neptunus.
Penemuan[1]
Ditemukan olehTim Kepler
Tanggal penemuan2 Februari 2011[2]
Transit (Misi Kepler)[2]
Ciri-ciri orbit
0.091 AU (1,36×1010 km)
10,30375[3] hari
Inklinasi88,5[3]
BintangKepler-11 (KOI-157)
Ciri-ciri fisik
Jari-jari rata-rata
1,83+0,07−0,04[4] R⊕
Massa2,78+0,64−0,66[4]< ME
Massa jenis rata-rata
4,5+1,3−1,3 g cm−3
Suhu900 K (627 °C; 1.160 °F)[3]

Kepler-11 b adalah sebuah eksoplanet yang ditemukan di orbit bintang Kepler-11 oleh pesawat luar angkasa Kepler, sebuah misi yang dipimpin oleh NASA untuk menemukan planet mirip Bumi. Terletak sekitar 2107 tahun cahaya (646,0 pc) dari Tata surya. Kepler-11 b empat kali lebih masif dan dua kali lebih besar daripada Bumi, dan oleh karena itu kemungkinan besar tidak memiliki komposisi yang sama dengan Bumi. Kepler-11 b adalah yang terpanas dari enam planet di sistem Kepler-11 , dan mengorbit lebih dekat ke Kepler-11 daripada planet lain di sistem. Kepler-11 b, bersama dengan lima mitranya (Kepler-11 c, d, e, f, dan g) membentuk sistem planet pertama yang ditemukan dengan lebih dari tiga planet dengan transit - sistem planet yang dikenal paling padat. Sistem ini juga merupakan sistem planet diketahui paling datar. Penemuan planat ini dan lima kembarannya diumumkan pada 2 Februari 2011, setelah penyelidikan lanjutan.[5][6][7]

Dalam sistem planet ini, eksoplanet Kepler-11 b mengorbit mengelilingi bintang Kepler-11 setiap 103 hari dengan jarak orbit 0,09 AU (13.613.406,2 km) (orbit yang diperoyeksikan dari Kepler-11 b yang mengelilingi bintang induknya Kepler-11). Analisis mengungkapkan bahwa planet-planet bagian dalam memiliki kepadatan yang sangat rendah, lebih rendah daripada batuan. Kepler-11 b diperkirakan memiliki atmosfer uap, dan H2O kemungkinan bercampur dengan H + He di selubung planet lain.[6][8][9]

Referensi

  1. ↑ Lissauer, Jack J.; et al. (2011). "A closely packed system of low-mass, low-density planets transiting Kepler-11". Nature. 470 (7332): 53–58. arXiv:1102.0291. Bibcode:2011Natur.470...53L. doi:10.1038/nature09760. PMID 21293371. S2CID 4388001.
  2. 1 2 Michael Mewinney and Rachel Hoover (2 Februari 2011). "NASA's Kepler Spacecraft Discovers Extraordinary New Planetary System". Ames Research Center. NASA. Diakses tanggal 21 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "Kepler Discoveries". Ames Research Center. NASA. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-27. Diakses tanggal 13 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Kubyshkina, D.; Fossati, L.; Mustill, A. J.; Cubillos, P. E.; Davies, M. B.; Erkaev, N. V.; Johnstone, C. P.; Kislyakova, K. G.; Lammer, H.; Lendl, M.; Odert, P. (2019). "The Kepler-11 system: Evolution of the stellar high-energy emission and initial planetary atmospheric mass fractions". Astronomy & Astrophysics. 632: A65. arXiv:1910.09877. Bibcode:2019A&A...632A..65K. doi:10.1051/0004-6361/201936581. S2CID 204824003.
  5. ↑ "Kepler-11 b". Kingdom of Universe. Diakses tanggal 2020-08-15.[pranala nonaktif permanen]
  6. 1 2 "Kepler-11 b". www.exoplanetkyoto.org. Diakses tanggal 2020-08-15.
  7. ↑ "Kepler 11 b". The Universe of The Universe Wiki (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-15.
  8. ↑ "Open Exoplanet Catalogue - Kepler-11 b". www.openexoplanetcatalogue.com. Diakses tanggal 2020-08-15.
  9. ↑ D’Angelo, Gennaro; Bodenheimer, Peter (2016-08-25). "IN SITU AND EX SITU FORMATION MODELS OF KEPLER 11 PLANETS". The Astrophysical Journal (dalam bahasa Inggris). 828 (1): 33. doi:10.3847/0004-637x/828/1/33. ISSN 1538-4357.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Koordinat: Peta langit 19h 48m 27.62s, +41° 54′ 32.9″


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan