Selasa, 27 Oktober 2026
00:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kepangeranan Kandahar

Bagikan:

Kepangeranan Kandahar[1] (Persia: شاهزاده قندهار) adalah sebuah negara yang berdiri di Kandahar dari tahun 1818 hingga 1855. Negara ini diperintah oleh Dil Bersaudara, anggota Dinasti Barakzai, sebagai sebuah konfederasi.[2] Pada tahun 1855, kepangeranan tersebut ditaklukkan oleh saudara tiri Dil bersaudara dari Kandahar yang berbasis di Kabul,[3] Dost Mohammad Khan.[4][2][5]

Sejarah

Pada tahun 1818, Dil bersaudara merebut Kandahar beserta wilayah sekitarnya dan menyatakan kemerdekaan. Sher Dil Khan memegang kendali atas urusan militer di kepangeranan tersebut.[2] Pemerintahan keempat saudara itu sangat tidak disukai oleh rakyat. Sher Dil Khan seharusnya bertanggung jawab atas pertahanan tembok Kandahar, tetapi setelah kematiannya pada tahun 1826, para saudara itu saling bertikai dan membiarkan tembok kota menjadi rusak.[6]

Pada tahun 1842, Kohan Dil Khan, Mehr Dil Khan, dan Rahim Dil Khan meninggalkan pengasingan mereka di Kerman dan bergerak menuju Kandahar. Mereka berhasil menduduki Kandahar dan memulihkan kembali kepangeranan tersebut.[7] Setelah Perang Britania-Afghanistan Pertama, Kohan Dil Khan berusaha memperluas pengaruhnya ke Sistan, yang pada saat itu telah terpecah menjadi sejumlah wilayah feodal suku-suku. Sebagai bagian dari upaya ini, Kohan Dil Khan memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke distrik Rudbar, yang dikuasai oleh suku Sanjarani Baluch.[8] Herat di bawah Yar Mohammad Khan Alakozai juga mengklaim Sistan sebagai bagian dari wilayahnya, sehingga menyebabkan bentrokan antara kedua kekuatan tersebut.

Pada tahun 1855, Kohan Dil Khan meninggal dunia, yang memicu krisis suksesi antara Rahim Dil Khan dan putra-putra Kohan Dil. Dost Mohammad Khan memanfaatkan masa kekacauan ini dan menaklukkan kepangeranan tersebut pada tahun yang sama.[4]

Wilayah

Pada awalnya, pada tahun 1820-an dan 1830-an, wilayah yang berada di bawah kekuasaan kepangeranan terdiri atas Zamindawar, Deh Rawood, Garmsir, Shorawak, Pishin, dan Sibi. Orang Hazara di Uruzgan membayar upeti kepada kepangeranan tersebut. Sindh dan Balochistan juga berada dalam ketergantungan terhadap kepangeranan, tetapi keduanya berhasil melepaskan diri pada bulan Agustus 1826.[2] Wilayah kepangeranan tampaknya terbagi di antara para saudara yang memerintahnya.

Penguasa

  1. Sher Dil Khan (1818 – Juli 1826)
  2. Pur Dil Khan (Juli 1826 – 1830)
  3. Kohan Dil Khan (1830 – 25 April 1839)
  4. Shuja ul-Mulk (1839 – 5 April 1842)
  5. Kohan Dil Khan (5 April 1842 – Agustus 1855)
  6. Perang Saudara (Agustus – November 1855, lihat Penaklukan Kandahar)

Referensi

  1. ↑ Samāddāra, Raṇabīra (2002). Space, Territory, and the State: New Readings in International Politics (dalam bahasa Inggris). Orient Blackswan. ISBN 978-81-250-2209-1.
  2. 1 2 3 4 Noelle, Christine (2012-06-25). State and Tribe in Nineteenth-Century Afghanistan: The Reign of Amir Dost Muhammad Khan (1826-1863) (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-136-60317-4.
  3. ↑ Adamec, Ludwig W. (1975). Historical and political who's who of Afghanistan. Graz: Akademische Druck-u. Verlagsanstalt. hlm. 388. ISBN 978-3-201-00921-8.
  4. 1 2 Lee, Jonathan L. (2019-01-15). Afghanistan: A History from 1260 to the Present (dalam bahasa Inggris). Reaktion Books. ISBN 978-1-78914-010-1.
  5. ↑ Kuhzad, Ahmad Ali (c. 1950s). Men and events : through 18th and 19th century : Afghanistan. Robarts - University of Toronto. Kabul : [s.n.]
  6. ↑ Trousdale, William B. (2021-03-08). Kandahar in the Nineteenth Century (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-44522-2.
  7. ↑ Yusuf, Mohamed (1988). A History of Afghanistan, from 1793 A.D. to 1865 A.D. ISBN 1466222417.
  8. ↑ Noelle-Karimi, Christine (2014). The Pearl in Its Midst: Herat and the Mapping of Khurasan (15th-19th Centuries) (dalam bahasa Inggris). Austrian Academy of Sciences Press. ISBN 978-3-7001-7202-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan