Kamis, 08 Oktober 2026
10:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kepala Tertinggi Gereja Inggris

Kepala Tertinggi Gereja Inggris

Bagikan:
250px-Family_of_Henry_VIII_c_1545_detail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Henry VIII, dengan kelak Edward VI

Kepala Tertinggi Gereja Inggris (bahasa Inggris:Supreme Head of the Church of England) adalah sebuah gelar yang dibuat untuk Raja Henry VIII, yang bertanggung jawab untuk gereja Katolik Inggris yang terpecah dengan otoritas Gereja Katolik Roma setelah Sri Paus mengekskomunikasi Henry pada 1533 atas perceraiannya dengan Catherine dari Aragon. Pada 1536, Henry memisahkan diri dari Roma, merebut aset-aset gereja di Inggris dan mendeklarasikan Gereja Inggris sebagai gereja negara dengan dirinya sendiri sebagai kepalanya. Undang-Undang Supremasi tahun 1534 menyatakan status Raja sebagai petinggi atas gereja tersebut dan mensyaratkan kaum bangsawan untuk menyatakan sumpah yang mengakui supremasi Henry.[1] Putri Henry, Ratu Mary I, yang masih tetap Katolik, berupaya untuk mengembalikan persekutuan gereja Inggris dengan Sri Paus dan mencabut Undang-Undang Supremasi pada 1555.[2] Saudari tirinya, Elizabeth I yang menganut Protestan, naik tahta pada 1558 dan pada tahun berikutnya, Parlemen mengesahkan Undang-Undang Supremasi 1559 yang merestorasikan undang-undang aslinya.[3] Sumpah Supremasi baru yang diminta dilontarkan oleh kaum bangsawan memberikan gelar ratu tersebut sebagai Gubernur Tertinggi dari gereja tersebut ketimbang Kepala Tertinggi, untuk menghindari kesan bahwa monarki mengklaim keilahian atau perwujudan Kristus, yang Alkitab secara jelas mengidentifikasikan-Nya sebagai Kepala Gereja.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan