Selasa, 20 Oktober 2026
07:22 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kerajaan Gaza

Kerajaan Gaza

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Kota Gaza, Kegubernuran Gaza, atau Jalur Gaza.
250px-Mo%C3%A7ambique_Gaza.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta wilayah Provinsi Gaza modern, kurang lebih serupa dengan wilayah Kerajaan Gaza.

Kerajaan Gaza (1824–1895) adalah sebuah kerajaan di Afrika yang didirikan oleh seorang jenderal yang bernama Soshangane. Kerajaan ini terletak di wilayah Mozambik selatan dan Zimbabwe tenggara. Pada puncak kejayaannya pada tahun 1860-an, wilayah kerajaan ini mencakup seluruh wilayah Mozambik yang terletak di antara Sungai Zambezi dan Limpopo.[1]

Sejarah

250px-Ngungunhane_Gungunhana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gungunhana, raja terakhir Gaza.

Pada tahun 1820-an, akibat terjadinya kekeringan yang parah, pasukan Nguni yang tinggal di wilayah Afrika Selatan bagian tenggara mulai bermigrasi ke Mozambik. Seorang kepala suku Nguni yang bernama Nxaba mendirikan sebuah kerajaan yang berusia pendek di Sofala, tetapi pada tahun 1837 ia dikalahkan oleh saingannya, Soshangane. Soshangane kemudian mendirikan ibu kotanya di wilayah dataran tinggi di Sungai Sabi pertengahan (kini bagian dari Zimbabwe). Soshangane menamai kerajaannya dari nama kakeknya, "Gaza".[1]

Soshangane meninggal pada tahun 1856 dan akibatnya sempat terjadi perebutan kekuasaan antara kedua anaknya, Mawewe dan Mzila. Dengan bantuan dari Portugal, Mzila berhasil memperoleh kekuasaan pada tahun 1861 dan memerintah hingga tahun 1884. Cucu Soshangane yang bernama Gungunyana kemudian mengambil alih kerajaan Gaza dari ayahnya dan memindahkan ibu kota ke Manjakazi di selatan.[2]

Pada tahun 1884 dan 1885, negara-negara Eropa yang tergabung dalam Konferensi Berlin membagi-bagi wilayah Afrika, dan wilayah Gaza diberikan kepada Portugal.[1] Raja Gungunyana mencoba melawan upaya penjajahan Portugis, tetapi ia dikalahkan dan dibuang ke Azores. Pada akhirnya kerajaan ini jatuh ke tangan Portugal pada tahun 1895.[3]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Newitt, Malyn D.D. The Gaza Empire. Microsoft Encarta Reference Library, 2005. DVD
  2. ↑ Safra, Jacob E. The New Encyclopædia Britannica. 15th Edition ed. Volume 13, Knowledge In Depth. U.S.A.: Encyclopædia Britannica, Inc., 2007.
  3. ↑ Oxford University Press, The Oxford Companion to World Exploration.The Oxford Companion to World Exploration. Volume 1, Volume A - L . David Buisseres. U.S.A.: Oxford University, 2007.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan