Senin, 28 September 2026
18:02 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Kebangsawanan Hitam

partai politik

Kebangsawanan Hitam (Bahasa Italia: aristocrazia nera) adalah para keluarga aristokrat Italia yang berpihak kepada Tahta Kepausan dibawah Paus Pius IX dan bukan berpihak kepada Vittorio Emanuelle II dari Italia ketika Monarki Piedmont masuk ke Roma pada tahun 1870 yang mengakhiri era Negara Gereja dan mengambil-alih Istana Apostolik. Semenjak Sri Paus "mengurung dirinya sendiri" di Vatikan selama 59 tahun (untuk menghindari anggapan bahwa Tahta Suci mengakui kedaulatan Italia bersatu di Vatikan), mereka yang menerima gelar dari Tahta Suci, seperti Gran Maestro del Sacro Ospizio (arti harfiah Penguasa Tertinggi Istana-istana Gerejawi Suci), tetap menutup pintu-pintu tempat tinggal mereka tertutup sebagai tanda turut berdukacita, yang menjurus kemudian kepada lahirnya gelar "Kebangsawanan Hitam".

Setelah selesainya Perjanjian Lateran pada tahun 1929, Kebangsawanan Hitam diberikan dwi-kewarganegaraan di Italia dan di Vatikan, sebagai sebuah tanda penghargaan atas persahabatan mereka, yang membuat mereka bisa masuk ke pasukan Garda Mulia (Bahasa Italia: Guardia Nobile), yang sebelumnya hanya terbuka bagi para bangsawan dari bekas Negara Gereja. Pada tahun 1931, Paus Pius XI menolak permintaan Alfonso XIII untuk membuka kesempatan menjadi anggota Garda Mulia lebih jauh lagi kepada para bangsawan dari semua negara Katolik.

Anggota-anggota keluarga Kebangsawanan Hitam yang terkenal antara lain Eugenio Pacelli, yang nantinya menjadi Paus Pius XII. Keluarga-keluarga Kebangsawanan Hitam lainnya adalah Brigitta, Massimo, Ruspoli dan Santioris. Ketika Paus Paulus VI menarik kembali plat nomor kendaraan dan fasilitas lainnya dari Vatikan, terjadilah perselisihan. Pada bulan Mei 1977, beberapa anggota Kebangsawanan Hitam, dipimpin oleh Putri Elvina Pallavicini, mulai mendekati Uskup Agung Marcel Lefebvre yang ultrakonservatif.

Pranala luar

  • Coulombe, Charles A. 2003. Vicars of Christ: A History of the Popes. Citadel Press. ISBN 0-8065-2370-0. p. 415.
  • Murphy, Paul I. and Arlington, R. Rene. 1983. La Popessa. New York: Warner Books Inc. ISBN 0-446-51258-3. p. 41.
Karya-karya fiksi yang menggunakan istilah ini
  • Greeley, Andrew M. 1997. White Smoke: A Novel about the Next Papal Conclave. Tor/Forge. ISBN 0-8125-9055-4. p. 64.
  • Hatonn, Gyeorgos Ceres. 1993. Relative Connections-Truth And Consequences Vol. III. Las Vegas, Nevada, Phoenix Source Publishers. ISBN 1-56935-020-5 p. 74.
  • Segal, Erich. 1993. Acts of Faith. Bantam Books. ISBN 0-553-56070-0. p. 315.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan