Minggu, 01 November 2026
04:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kebakaran bawah permukaan

Kebakaran bawah permukaan

Bagikan:
250px-Borneo_fires_October_2006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebakaran di Kalimantan, Oktober 2006 hasil pencitraan satelit NASA.

Kebakaran bawah permukaan (subsurface fire) adalah kebakaran yang terjadi di bawah permukaan tanah yang terjadi pada lahan gambut. Di Indonesia kebakaran bawah permukaan ini umum terjadi di Kalimantan dan Sumatra bagian timur, terutama di kawasan perhutanan dengan lahan gambut. Kebakaran bawah permukaan susah untuk diketahui dan susah dipadamkan dengan metode biasa. Diperkirakan lebih dari 100 kasus kebakaran bawah permukaan yang masih berlangsung di Kalimantan dan bagian Timur Sumatra sejak 1997. Hal yang menyulitkan, tidak semua kebakaran mengeluarkan asap yang bisa dilihat tanpa peralatan khusus (Infra merah). Juga letak kebakaran bisa beberapa meter di bawah permukaan tanah, tanpa suplai oksigen. Kebakaran di bawah permukaan tanah ini adalah salah satu penyebab kebakaran hutan (di atas tanah) yang terjadi secara rutin/berulang kali tiap tahun pada saat musim kering.

Berdasarkan penyelidikan tim ilmuwan dari University of Leicester di Inggris: sebagian besar dari gas Karbon Dioksida yang dilepaskan ke atmosfer selama kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997/1998 (2,57 miliar ton), ternyata berasal dari kebakaran tanah gambut di bawah permukaaan tanah dan bukan kebakaran hutan di atas permukaan tanah. Sumber: majalah Nature, November 2002.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik lingkungan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan