Rabu, 28 Oktober 2026
13:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kayan Lahwi

Kayan Lahwi

sub-kelompok etnis Karen yang berasal dari Burma (Myanmar)

Bagikan:
250px-Kayan_woman_with_neck_rings.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perempuan Kayan di Thailand Utara

Kayan adalah suku orang Karenni, minoritas etnis Tibet-Burma di Myanmar (Burma). Salah satu sebutan nama Kayan terdapat dalam Khin Maung Nyunt The Ka-Yans (Karen putih) dari Daerah Pinlong (1967), tetapi ia merujuk bukan kepada Padaung, tetapi Karen Putih. DalamThe Hardy Padaungs (1967), penulis yang sama menyatakan bahwa suku Padaung lebih senang dikenal sebagai Kayan.[1]

Penduduk Kayan di Provinsi Mae Hong Son di Thailand Utara menyebut diri mereka sebagai Kayan dan merasa tersinggung dengan penggunaan istilah "Padaung" atau "suku bukit Karen leher Jinjang". Padaung (Yan Pa Doung) adalah istilah Shan bagi Kayan Lahwi (grup di mana kaum wanita mengenakan lingkaran pada bagian leher).

Suku Kayan terdiri dari kelompok sebagai berikut: Kayan Lahwi, Kayan Ka Khaung (Gekho), Kayan Lahta, Kayan Ka Ngan. Kayan Gebar, Kayan Kakhi dan Kayaw juga kadang dikelompokkan bersama suku Kayan.

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an,[2] akibat perselisihan dengan rezim militer di Burma, banyak suku Kayan melarikan diri ke Thailand. Di situ mereka tinggal dalam status tidak menentu di perbatasan, dalam kampung yang didirikan untuk memamerkan mereka ke wisatawan.

Menurut U Aung Roe (1993:21 ss), terdapat sekitar 40.000 Kayan di Negeri Shan (sekitar wilayah Pekon) dan 20.000 di Negeri Kayah (sekitar Demawso dan Loikow). Diperkirakan terdapat sekitar 130.000 Kayan pada tahun 2004.[3] Di Mae Hong Son, terdapat sekitar 600 Kayan yang menghuni tiga desa terbuka untuk pelancong, atau di kamp perlindungan Ban Mai Nai Soi.

Catatan kaki

  1. ↑ Rastorfer, Jean-Marc (1994), On the Development of Kayah and Kayan National Identity, Bangkok: Southeast Asian Publishing House
  2. ↑ "Thai Burma Border Consortium / A brief history of the Thailand Burma border situation". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-05. Diakses tanggal 2010-08-02.
  3. ↑ Eden Phan, Khon (2004), The Narratives, Beliefs and Customs of the Kayan People, Mae Hong Son: Kayan Literacy and Culture Committee


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan