Senin, 02 November 2026
06:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Katō Kiyomasa

Katō Kiyomasa

Samurai selama periode Negara Berperang di Jepang

Bagikan:
Ini adalah nama Jepang, nama keluarganya adalah "Katō".
Katō Kiyomasa
加藤 清正
250px-Kat%C5%8D_Kiyomasa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Katō Kiyomasa
Daimyō Kumamoto
Masa jabatan
1587–1611
PenggantiKatō Tadahiro
Informasi pribadi
Lahir25 Juli 1562
Meninggal2 Agustus 1611(1611-08-02) (umur 49)
Suami/istriShōjō-in
AnakYōrin-in
Religion
Buddha Nichiren
Karier militer
Pihak20px-Goshichi_no_kiri_inverted.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Klan Toyotomi
20px-Tokugawa_family_crest.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tentara Timur
20px-Tokugawa_family_crest.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Keshogunan Tokugawa
Satuan20px-Jyanome_%28No_background_and_Black_color_drawing%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Klan Katō
Pertempuran/perangPertempuran Yamazaki
Pertempuran Shizugatake
Kampanye Kyūshū
Kampanye Korea
Pengepungan Udo
Pengepungan Yanagawa
Katō Kiyomasa
Nama Jepang
Kanji: 加藤 清正
Hiragana: かとう きよまさ
Alih aksara
- Romaji: Katō Kiyomasa

Katō Kiyomasa (25 Juli 1562 – 2 Agustus 1611) adalah seorang daimyo/penguasa perang semasa perang saudara Jepang pada periode Sengoku. Dia dilahirkan di Nakamura, Provinsi Owari dari keluarga seorang pandai besi. Dia bergabung dengan Toyotomi Hideyoshi yang masih mempunyai hubungan saudara dari pihak ibu.[1] Kariernya bermula dalam Pertempuran Shizugatake (1583) di mana reputasinya terkenal sebagai satu dari ‘tujuh jago tombak’. Dia turut serta dalam penyerbuan ke Kyushu pada tahun 1587 di mana dia terlibat dalam pertarungan satu lawan satu melawan Niiro Tadamoto dari klan Shimazu dalam Pertempuran Sendaigawa.

Tahun 1588, ketika Sassa Narimasa dipaksa bunuh diri, daerah kekuasaannya, yaitu Higo sebagian jatuh padanya termasuk Kastil Kumamoto, sementara sebagian lainnya jatuh ke tangan rival beratnya, Konishi Yukinaga. Tahun 1590, bersama Konishi, dia mendapat tugas menumpas pemberontakan di Pulau Amakusa. Pasukannya bertindak brutal terhadap lawan-lawannya, terutama orang-orang Kristen.

Namanya semakin dikenal setelah keterlibatannya dalam invasi ke Korea (1592-1598). Dia menjadi satu dari tiga komandan utama yang bertugas menaklukan semenanjung itu. Dia menduduki kota-kota penting seperti Seoul, Busan, dll. Pasukannya terus maju hingga mendekati perbatasan Manchuria. Keadaan mulai berbalik pada tahun-tahun terakhir perang, dia mendapatkan perlawanan sengit dari pasukan Korea yang dibantu Kerajaan Ming Tiongkok. Pasukannya yang berkekuatan 40.000 orang dikalahkan oleh kekuatan yang hanya sepersepuluh darinya, kerugian korban jiwa di pihaknya mencapai lebih dari 10.000. Kekalahan ini disebabkan karena dipotongnya jalur logistik dari Jepang oleh angkatan laut Korea yang dipimpin oleh pahlawan besar Korea, Laksamana Yi Sunsin yang menyebabkannya harus menarik mundur pasukannya dari Korea.

Tak lama setelah kematian Toyotomi Hideyoshi dan Maeda Toshiie, tepatnya sekitar tahun 1599, Kiyomasa Kato dan Fukushima Masanori (Sepupu sekaligus salah satu pengikut Hideyoshi) terlibat konflik dengan pengikut Hideyoshi lainnya bernama Ishida Mitsunari yang nantinya akan menyebabkan Kiyomasa Kato dan Masanori Fukushima berpihak pada Tokugawa Ieyasu [2] dalam Pertempuran Sekigahara, selain itu konflik ini juga menyebabkan melemahnya pengaruh politik pemerintahan Toyotomi.

Dalam Pertempuran Sekigahara (1600) Bersama Kuroda Yoshitaka, dia mencaplok beberapa daerah di Kyushu. Setelah menang dalam pertempuran ini, Tokugawa menganugerahinya sisa tanah di Higo yang dulu dikuasai Konishi Yukinaga. Konishi sendiri telah dihukum mati setelah kalah di Sekigahara. Kato meninggal di Kumamoto pada tahun 1611. Dia adalah seorang jendral yang terkenal akan keberaniannya dan dicintai oleh rakyat karena peraturannya, dia sering berburu harimau dengan tombaknya sebagai rekreasi. Namun dia juga terkenal akan kekejamannya, dalam invasi Korea dia pernah membunuh dua orang bangsawan wanita Korea yang ditawannya dan mendapat julukan Kishokan yang berarti jendral setan. Sebagai penganut Budha sekte Nichiren yang taat, dia sering menyantuni pembangunan kuil-kuil Nichiren.[3]

Kato Kiyomasa dalam budaya populer

  • Dalam film Azumi (2003) dia muncul sebagai tokoh antagonis
  • Hadir sebagai karakter yang bisa dipakai dalam seri game Kessen 3 produksi Koei
  • Hadir sebagai karakter yang bisa dipakai dalam seri game Samurai Warriors 4 produksi Koei

Referensi

  1. ↑ E. Papinot, Kamus Sejarah dan Geografis Jepang , Yokohama: Kelly & Walsh, 1910, cetak ulang, Rutland, Vermont: Charles Tuttle, 1972, hlm.262-263
  2. ↑ 吉彦, 山口 (2002-03). "書評と紹介 森山豊明著『語る日本史データベース』". 弘前大学国史研究 / 弘前大学国史研究会 編 (dalam bahasa Jepang) (112): 70–73.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ William E.Griffis (1913). Kekaisaran Mikado . (New York: Harper & Brothers), hal. 163

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Katō Kiyomasa.

Samurai Archives

Tokoh penting pada periode Sengoku
Tiga daimyo utama
Daimyo lainnya
Tokoh militer terkenal
Lain-lain
Orang asing


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan