Senin, 28 September 2026
14:20 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Konjungsi (linguistik)

Kata penghubung

Untuk kegunaan lain, lihat Konjungsi (disambiguasi).

Konjungsi, kata sambung, kata hubung, atau kata penghubung adalah partikel (kata tugas) yang digunakan untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, ungkapan dengan ungkapan, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau bahkan paragraf dengan paragraf (khusus konjungsi antarparagraf disebut juga "transisi").[1][2] Konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi.[3] Konjungsi bukanlah suatu objek dan juga tidak berfungsi untuk memberi arti suatu kata, konjungsi hanya menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat dan sebagainya. Oleh karena itu, kata yang sama dapat berfungsi sebagai preposisi pada suatu satu, adverbia pada posisi kedua, atau konjungsi pada bagian yang lain.

Jenis

Berdasarkan letaknya, konjungsi dibagi menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat.

Konjungsi intrakalimat

Konjungsi intrakalimat merupakan konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa yang berada dalam satu kalimat. Konjungsi intrakalimat terbagi menjadi dua, menurut derajat klausa yang mengapitnya.

Konjungsi koordinatif

Konjungsi koordinatif menghubungkan dua klausa yang sederajat atau setara.[4] Konjungsi koordinatif terdiri dari beberapa macam:

  • Konjungsi penambahan: dan.[4]
  • Konjungsi pendampingan: serta.[4]
  • Konjungsi pemilihan: atau.[4]
  • Konjungsi perlawanan: tetapi, melainkan.[4]
  • Konjungsi pertentangan: padahal, sedangkan.[4]

Konjungsi subordinatif

Konjungsi subordinatif menghubungkan dua klausa yang tidak setara atau sederajat, yaitu antara anak kalimat dan induk kalimat.[4] Konjungsi subordinatif terdiri dari beberapa macam:

  • Konjungsi subordinatif atributif: yang.[4]
  • Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.[4]
  • Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal, asalkan, bila, manakala.[4]
  • Konjungsi subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum, sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.[4]
  • Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.[4]
  • Konjungsi subordinatif konsesif: biarpun, walau, walaupun, sekalipun, sungguhpun, kendati, kendatipun.[4]
  • Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.[4]
  • Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.[4]
  • Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai, sampai-sampai, maka, makanya.[4]
  • Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.[4]
  • Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.[4]
  • Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa.[4]
  • Konjungsi subordinatif perbandingan: sama ... dengan, lebih ... dari, lebih ... daripada, kurang ... dari, kurang ... daripada.[4]

Konjungsi antarkalimat

Konjungsi antarkalimat merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang berbeda, sehingga konjungsi ini biasanya terletak di awal kalimat kedua. Misalnya: Oleh sebab itu, dengan demikian, dan namun.[5]

Lihat pula

Wikibooks logo
Wikibooks Bahasa Indonesia memiliki halaman di:

Referensi

  1. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2021-06-09.
  2. ↑ (Indonesia) Hasan Alwi, dkk., 2003 Kamus Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka
  3. ↑ (Indonesia)Kridalaksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 (Indonesia) Chaer, Abdul. 2008. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Barata Karya Aksara.
  5. ↑ "Xerpihan | Your Personal Writing Assistant". xerpihan.id. Diakses tanggal 2021-06-09.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan