Sabtu, 31 Oktober 2026
02:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Karl Pauker

Bagikan:

Karl Viktorovich Pauker (12 Januari 1893 – 14 Agustus 1937) adalah seorang perwira NKVD dan kepala pengawal pribadi Joseph Stalin sampai penangkapan dan eksekusinya.

Pauker lahir dalam keluarga Yahudi di Lviv, yang saat itu merupakan bagian dari Austria-Hungaria. Menurut Simon Sebag Montefiore, sebelum perang dia bekerja sebagai penata rambut di Opera Budapest. Dia lantas bertugas sebagai tentara Austro-Hungaria di Perang Dunia I hingga dia ditangkap lantas dijadikan tawanan perang oleh Rusia pada tahun 1916. Pauker memilih untuk tinggal di Rusia setelah revolusi dan bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1918.

Pauker bergabung dengan Cheka dan menjadi pengawal Stalin pada tahun 1924. Pauker mengambil bagian aktif dalam pembersihan, termasuk eksekusi Grigory Zinoviev dan Lev Kamenev. Dia dipecat pada April 1937, menurut Simon Sebag Montefiore, alasan dia disingkirkan karena dia telah tahu terlalu banyak dan hidup terlalu nyaman. Dia akhirnya ditangkap dan dieksekusi secara diam-diam tanpa pengadilan pada Agustus 1937 dan tidak direhabilitasi secara anumerta.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan