Senin, 26 Oktober 2026
11:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Kapel Colleoni

Kapel Colleoni

Bagikan:
250px-Bergamo_-_cappella_Colleoni.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapel Colleoni

Cappella Colleoni (Kapel Colleoni) adalah sebuah gereja/mausoleum di kota Bergamo, Italia bagian utara.

Didedikasikan pada Santo Bartolomeus, Santo Markus Penginjil dan Santo Yohanes Pembaptis, kapel ini dibangun pada tahun 1472-1476 sebagai tempat peringatan bagi seorang pemimpin tentara bayaran terkenal (condottiere) Bartolomeo Colleoni, yang kebetulan adalah anggota dari salah satu keluarga terpandang di kota tersebut, dan bagi putri tercintanya Medea. Lokasinya dipilih karena dulunya merupakan lokasi sakristi Gereja Santa Maria Maggiore di kota Bergamo yang sebelumnya telah dihancurkan oleh para tentara Colleoni.

Rancangan kapel ini dipercayakan kepada Giovanni Antonio Amadeo, yang gambar rencananya menghargai gaya gereja tersebut seperti yang dapat dilihat dari bentuk tambur bersudut delapan kubahnya dan penutup lenteranya, sebagaimana juga penggunaan marmer polychrome.

Jasad Bartolomeo Colleoni

Selama berabad-abad dipercaya bahwa jasad condottiere ini dimakamkan di tempat lain semenjak peti mati batunya (sarcophagus) kosong. Namun ternyata, pada tanggal 21 November 1969, jasad ini ditemukan di makam Colleoni di dalam sebuah peti mati kayu yang tersembunyi di bawah sebuah lapisan penutup.

Pranala luar

45°42′12.3″N 9°39′44″E / 45.703417°N 9.66222°E / 45.703417; 9.66222

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan