Sabtu, 31 Oktober 2026
17:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kapal tempur Model A-150

Kapal tempur Model A-150

Bagikan:
Design_A-150.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Impresi artis terhadap sebuah kapal tempur kelas A-150
Tentang kelas
Nama:Model A-150
Operator: Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
Didahului oleh:Kapal tempur kelas-Yamato
Digantikan oleh:Tidak ada
Rencana:2
Selesai:0
Batal:2

Kapal tempur Model A-150[A] merupakan sebuah kelas kapal tempur untuk menggantikan kelas Yamato, dan direncanakan dibangun sebanyak 2 unit. Perkiraan memiliki bobot 71.000 ton, dibekali senjata 3x51cm/20.1mm, banyak 10 cm/65 Type 98 naval gun, dan memiliki armor 460 mm pada side belt.

Kelas ini lebih populer dengan sebutan "Super Yamato" yang didesain oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, perencanaanya dimulai 1939 dan selesai pasa 1941. Berhubung Perang Pasifik dimulai, proyek A 150 ini tertahan agar pembuatan kapal lain dapat dipercepat. Menurut ahli sejarah William dan Robert O "Super Yamato" ini bila menjadi kenyataan, akan menjadi kapal tempur terkuat yang pernah ada.

Pada konsep awal meriam yang dimiliki A 150 ini sembilan atau delapan 51 cm dalam double/triple turret. Dibekali mesin canggih hingga memiliki kecepatan 30 knot dan itu diatas kapal tempur kelas North Carolina milik Amerika yang 27 knot. Saat itu perencanaanya A 150 memiliki bobot 91.000 ton tetapi banyak yang protes karena terlalu mahal dan terlalu besar.

Perkiraan selesai proyek ini 1946/1947, namun setelah melihat kekalahan Jepang di Pertempuran Midway, akhirnya proyek ini dihentikan.

Catatan

  1. ↑ Although called the "Super Yamato class" by some historians, Design A-150 was entirely new, having little in common with the earlier kapal tempur kelas-Yamatos.[1]

Referensi

  1. ↑ Garzke & Dulin (1985), p. 85

Daftar pustaka

  • Kapal tempur Nomor 798
  • Kapal tempur Nomor 799


Ikon rintisan

Artikel bertopik kapal dan transportasi air ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan