Sabtu, 31 Oktober 2026
20:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kantong Ruhr

Kantong Ruhr

Bagikan:
Kantung Ruhr
Bagian dari Perang Dunia II
330px-Remagen_enclosure.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang prajurit Amerika sedang menjaga para tahanan Jerman yang ditangkap di Kantung Ruhr.
Tanggal7 Maret sampai 21 April 1945
Lokasi
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak yang terlibat
Amerika Serikat Amerika Serikat
Britania Raya Britania Raya
Jerman Gerakan bawah tanah Jerman
Jerman Nazi Jerman
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Omar Bradley
Amerika Serikat Courtney H. Hodges
Amerika Serikat William Hood Simpson
Amerika Serikat Leonard Gerow
Britania Raya Bernard Montgomery
Jerman Karl August Wiedenhofen
Jerman Walter Model †
Jerman Nazi Gustav-Adolf von Zangen
Jerman Nazi Josef Harpe
Kekuatan
ca300,000
Aktion Rheinland: warga sipil dan pasukan polisi
~400,000
Korban jiwa dan kerugian
Amerika Serikat A.S.:
4,131 orang menjadi korban
(928 tewas, 3,314 luka-luka)
Jerman Gerakan bawah tanah Jerman: 5
Total korban tidak diketahui
300,000+ ditahan.

Kantung Ruhr adalah sebuah pertempuran yang terjadi pada akhir Maret dan awal April 1945, menjelang akhir Perang Dunia II, di Wilayah Ruhr, Jerman. Pertempuran tersebut menandai akhir gerakan bawah tanah terorganisir utama di Front Barat Jerman Nazi, karena lebih dari 300,000 pasukan ditahan.

Latar belakang

Pada Maret 1945, Pasukan Sekutu melintasi sungai Rhine.

Di utara Ruhr pada 23 Maret 1945, Grup Tentara ke-21 Britania pimpinan Jenderal Besar Montgomery meluncurkan Operasi Plunder dan melintasi Rhine di Rees dan Wesel.

Pranala luar

  • Kantung Ruhr Akhir perang di Rhineland dan Westphalia pada April 1945.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan