Minggu, 01 November 2026
16:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kampanye Suriah–Lebanon

Kampanye Suriah–Lebanon

Bagikan:
Kampanye militer Suriah-Lebanon
Bagian dari Perang Dunia II
AUS_Sidon_1941.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Tentara Australia di reruntuhan kastil Tentara Salib di Sidon, Lebanon, Juli 1941
Tanggal8 Juni – 14 Juli 1941
Lokasi
Suriah dan Lebanon
Hasil Kemenangan Sekutu
Pasukan Kemerdekaan Prancis menguasai Suriah dan Lebanon
Suriah dan Lebanon kemudian memperoleh kemerdekaannya
Pihak yang terlibat

 Australia
 Britania Raya

 Pasukan Kemerdekaan Prancis

Cekoslowakia Cekoslowakia

 Vichy France

 Jerman[nb 1]
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Archibald Wavell [2]
Britania Raya Henry Maitland Wilson [3]
Australia John Lavarack
Pasukan Kemerdekaan Prancis Paul Legentilhomme
Prancis Vichy Henri Dentz
Kekuatan
Kurang lebih 34.000 pasukan[nb 2]
50+ pesawat[3]
1 kapal pendarat
1+ kapal penjajap
6 kapal penghancur[5]
45.000 pasukan[nb 3]
90 tank[7]
289 pesawat[3]
2 kapal penghancur[8]
3 kapal selam[5]
Korban jiwa dan kerugian
~4.652 tewas, terluka, atau ditangkap[4]
27 pesawat rusak atau hancur[9]
6.352 tewas, terluka, atau ditangkap (klaim Prancis Vichy)[4] – 8.912 (klaim Britania)[4]
179 pesawat rusak atau hancur[10]
5.668 berkhianat

Kampanye militer Suriah-Lebanon, juga disebut Operasi Exporter,[11] adalah serangan Sekutu ke jajahan Prancis di Suriah dan Lebanon pada Juni-Juli 1941 selama berlangsungnya Perang Dunia II. Suriah dan Lebanon pada saat itu berada di bawah kendali pemerintahan Vichy. Saat kampanye militer ini berlangsung, kejadiannya tidak banyak diketahui oleh masyarakat di negara-negara yang terlibat. Terdapat bukti bahwa Sekutu menyensor penyebaran berita terkait kampanye militer ini.[12] Komandan dan politikus Sekutu merasa bahwa kabar mengenai perang melawan pasukan Prancis dapat memberikan dampak buruk terhadap pendapat publik di negara-negara Sekutu.

Kampanye militer ini dimenangkan oleh Sekutu, dan Suriah dan Lebanon jatuh ke tangan Pasukan Kemerdekaan Prancis pada akhir Juli 1941 di bawah pimpinan Jenderal Georges Catroux. Pada 26 November 1941, Catroux sebagai perwakilan Pasukan Kemerdekaan Prancis mengakui kemerdekaan Suriah dan Lebanon.[13] Pada 8 November 1943, setelah diadakannya pemilihan umum, Lebanon memperoleh kemerdekaannya. Pada 27 Februari 1945, Lebanon menyatakan perang terhadap Jerman dan Jepang. Suriah sendiri memperoleh kemerdekaannya pada 1 Januari 1944.

Catatan

  1. ↑ Keterlibatan Luftwaffe dalam waktu singkat pada 15 Juni 1941.[1]
  2. ↑ 18.000 pasukan Australia, 9.000 pasukan Britania, 2.000 pasukan India dan 5.000 pasukan kemerdekaan Prancis.[4]
  3. ↑ 35.000 pasukan reguler (termasuk 8.000 infantri Prancis) dan 10.000 infantri Levant.[6]

Catatan kaki

  1. ↑ Piekałkiewicz, hlm. 144
  2. ↑ Playfair, Chapter X
  3. 1 2 3 Playfair, hlm. 206
  4. 1 2 3 4 Long, hlm. 526
  5. 1 2 Long, hlm. 333–334
  6. ↑ Long, hlm. 334
  7. ↑ Playfair, hlm. 200
  8. ↑ Long, hlm. 363
  9. ↑ Playfair, hlm. 222
  10. ↑ Mollo, p.146
  11. ↑ Playfair, hlm. 203
  12. ↑ Brune, hlm.48
  13. ↑ Time magazine, Free Again Diarsipkan 2013-08-28 di Wayback Machine

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Syria-Lebanon Campaign 1941.


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan