Selasa, 27 Oktober 2026
03:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kamp konsentrasi Nazi

Bagikan:

Di bawah Adolf Hitler, Jerman Nazi membangun kamp konsentrasi di seluruh daerah taklukannya. Kamp konsentrasi Nazi pertama dibangun besar-besaran di Jerman setelah kebakaran Reichstag pada tahun 1933, dan ditujukan untuk menahan tahanan politik dan lawan rezim. Kamp tersebut tumbuh pesat sepanjang tahun 1930-an karena lawan politik dan sekelompok rakyat lainnya dipenjarakan tanpa proses peradilan. Istilah kamp konsentrasi berasal dari masa Perang Boer Kedua di Afrika Selatan. Sejarawan Holocaust membedakan antara kamp konsentrasi dengan kamp pemusnahan, yang didirikan semata-mata untuk memusnahkan Yahudi Eropa, Polandia, Gipsi, dan suku lain melalui Solusi Terakhir. Holocaust sepenuhnya terjadi di dalam kamp pemusnahan. Contoh kamp pemusnahan adalah Belzec, Majdanek, Sobibor, Treblinka, dan Auschwitz-Birkenau.

Jenis

Menurut Moshe Lifshitz,[1] kamp Nazi dibagi atas:

  • Kamp buruh: kamp konsentrasi di mana tahanan harus melakukan kerja paksa fisik di bawah keadaan tak berperikemanusiaan dan perlakukan bengis. Beberapa kamp tersebut merupakan bagan dari kamp yang lebih besar, atau "kamp operasional", didirikan untuk kebutuhan temporer.
  • Kamp transit dan pengumpulan: kamp di mana tahanan dikumpulkan dan dikirimkan ke kamp utama, atau ditahan sementara.
  • Kamp tahanan perang: kamp konsentrasi di mana tahanan perang dikurung setelah ditangkap. Mereka mendapatkan siksaan dan pemusnahan skala besar.
  • Kamp rehabilitasi dan pendidikan kembali bangsa Polandia: kamp di mana intelegensia suku Polandia diselenggarakan, dan "dididik kembali" menurut nilai-nilai Jerman-Nazi sebagai budak.
  • Kamp sandera: kamp di mana para sandera dikurung dan dibunuh untuk balas dendam.
  • Kamp pemusnahan: kamp-kamp tersebut berbeda dari lainnya, karena tak semua dari kamp tersebut bersifat konsentrasi. Meskipun kategori-kategori tersebut tak ada yang berdiri sendiri, dan masing-masing kamp dapat dikelompokkan sebagai campuran beberapa di atas, serta semua kamp memiliki beberapa unsur kamp pemusnahan, pemusnahan sistematik terhadap orang baru masih tejadi dalam kamp-kamp spesifik. Dari semuanya, 3 adalah kamp pemusnahan, di mana semua pendatang baru segera dibunuh - kamp "Reinhardt Aktion". 3 lainnya adalah kamp konsentrasi dan pemusnahan. Pada masa itu, kamp lain diklasifikasikan sebagai "kamp pemusnahan kecil".

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Moshe Lifshitz, "Zionism". (ציונות), p. 304

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nazi concentration camps.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan