Rabu, 21 Oktober 2026
21:06 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Zaman Tembaga

Zaman Tembaga

periode prasejarah, aslinya didefinisikan sebagai transisi antara Neolitikum dan Zaman Perunggu

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Zaman Tembaga" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2019)
250px-Los_Millares_recreacion_cuadro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi kota Zaman Tembaga, Los Millares, Iberia.

Zaman Tembaga, atau khalkolithik (Yunani: χαλκός khalkos "tembaga" + Yunani: λίθος lithos "batu"), dikenal juga dengan eneolithik (Latin aeneus "dari tembaga") adalah satu tahapan pada Zaman Perunggu di mana proses penambahan timah terhadap tembaga yang menghasilkan perunggu belum diketahui oleh para ahli metalurgi pada zaman itu. Zaman Tembaga didefinisikan sebagai masa transisi antara Neolitikum dan Zaman Perunggu.

Sebuah situs arkeologi di Eropa tenggara (Serbia) memiliki bukti tertua pembuatan tembaga pada temperatur tinggi, berasal dari 7000 tahun yang lalu. Penemuan ini mengindikasikan suatu kemungkinan bahwa peleburan tembaga mungkin telah ditemukan di berbagai daerah berbeda di Asia dan Eropa pada waktu yang sama dibandingkan berkembang dari satu daerah. Zaman tembaga ini tidak pernah berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia, zaman tembaga berkembang di semenanjung Malaya, Kamboja, Thailand, Vietnam.

Asal-usul penamaan

Awalnya istilah "Zaman Perunggu" memiliki arti bahwa baik tembaga atau perunggu digunakan sebagai bahan untuk manufaktur alat perkakas dan senjata. Pada tahun 1881 John Evans menemukan bahwa penggunaan tembaga kerap mendahului penggunaan perunggu. Dia tidak memasukkan masa transisi ini dalam sistem tripartit Awal, Tengah, dan Akhir Zaman Perunggu tetapi meletakkannya pada diawal dari ketiga masa itu. Walaupun begitu, dia tidak mengartikan Zaman Tembaga sebagai zaman keempat namun lebih memilih mengadopsi sistem tradisional tiga zaman.

Pada tahun 1884 Gaetano Chierici, memberi nama ulang Zaman Tembaga dalam bahasa Italia sebagai Eneo-litika atau transisi "batu-perunggu". Penggunaan istilah itu tidak berarti periode di mana baik perunggu dan batu digunakan. Karakteristik Zaman Tembaga adalah penggunaan tembaga, di luar penggunaan perunggu; sebagai tambahan, batu tetap digunakan dalam industri kecil selama Zaman Perunggu dan Zaman Besi. "Litika" berarti bahwa transisi tersebut dimulai dari Zaman Batu. Eneolithik tidak pernah menjadi bagian dari Zaman Batu, yang berakhir tepat ketika perajin pertama berhasil mendapatkan tembaga dari biji tembaga untuk pertama kalinya.

Zaman Tembaga adalah salah satu zaman transisional namun tidak di luar dari sistem tradisional tiga zaman. Ada perkiraan bahwa tembaga belum banyak dieksploitasi ketika zaman itu tetapi ternyata usaha melebur tembaga dan timah telah dimulai tidak lama setelah itu, sehingga sulit untuk membedakan karakteristik Zaman Tembaga dengan zaman setelahnya.

Eropa

Sebuah situs arkeologi di Eropa tenggara (Serbia) memiliki bukti pembuatan tembaga tertua dari 7000 tahun lalu. Penemuan pada Juni 2010 menambah daftar penemuan bukti peleburan tembaga selama sekitar 500 tahun,dan mengindikasikan bahwa usaha peleburan tembaga telah ditemukan di berbagai daerah di Benua Asia dan Eropa pada saat yang sama. Di Prokuplje, Serbia ditemukan sebuah kapak tembaga, mengindikasikan bahwa manusia telah menggunakan logam di Eropa sejak 7500 tahun lalu (~5500 BC), jauh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. Ötzi sang Manusia Es, yang ditemukan di Ötztal Alps pada tahun 1991 dan diperkirakan berasal dari 3300 BC, ditemukan dengan sebuah kapak tembaga Mondsee. Karena teknik pembuatan tembaga sudah diketahui sejak 7000 BC dengan bukti berupa kapak perunggu besar yang diproduksi secara massal pada 5500 BC, dan juga karena perunggu murni, yang dibuat dengan mencampurkan tembaga dengan timah telah digunakan di berbagai daerah di Eropa timur-tengah sejak 3700 BC, maka kapak Ötzi merupakan penemuan yang wajar menurut para arkeolog-arkeolog.

Asia Selatan

Penduduk Mehrgarh di Asia Selatan telah menggunakan perkakas yang terbuat dari biji tembaga dari 7700 - 3300 SM.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Copper Age.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan