Kamis, 29 Oktober 2026
11:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kakap singkek

Kakap singkek

Bagikan:
Kakap singkek
250px-Lutjanidae_Symphorus_nematophorus_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Symphorus

Günther, 1872
Spesies:
Symphorus nematophorus

Bleeker, 1860
Sinonim[2][3]

Genus:

Spesies:

  • Mesoprion nematophorus Bleeker, 1860
  • Glabrilutjanus nematophorus (Bleeker, 1860)
  • Lutjanus nematophorus (Bleeker, 1860)
  • Symporichthys nematophorus (Bleeker, 1860)
  • Symphorus taeniolatus Günther, 1872
  • Paradicichthys venenatus Whitley, 1930
  • Symphorus forsteri Fowler, 1933
Artikel takson sembarang

Kakap singkek (Symphorus nematophorus) adalah sejenis ikan kakap yang ditemukan di perairan Samudra Pasifik Barat.

Taksonomi

Kakap singkek pertama kali dideskripsikan di tahun 1860 oleh ahli ikan Belanda Pieter Bleeker sebagai Mesoprion nematophorus dengan lokalitas Badjoa di Sulawesi.[4] Marga Symphorus adalah salah satu dari dua genera dalam upafamili Paradicichthyinae dari famili Lutjanidae.[3] Nama genus Symphorus kemungkinan merupakan gabungan dari sym, yang berarti "bersama dengan" dan phorus yang berarti "pembawa", kemungkinan merujuk pada sirip punggungnya yang menyatu. Nama spesifik nematophorus juga merupakan gabungan kata, antara "nemato" yang berarti "benang" sebelum phorus, yang mengacu pada tampilan setidaknya satu ruas anterior sirip punggung di filamen pada ikan yang lebih muda.[5]

Ciri fisik

Kakap singkek memiliki tubuh yang dalam dan tertekan secara lateral, dengan tampilan punggung kepala yang curam. Ada celah yang dalam antara mata dan lubang hidung. Mulutnya memanjang ke belakang sampai ke bawah mata. Tidak ada sayatan atau tonjolan pada bagian pipi. Rahangnya memiliki susunan gigi tipis dengan gigi luar yang lebih besar, mirip kanion di bagian depan rahang atas. Gigi lidahnya tersusun granular.[6] Sirip punggung memiliki 10 duri dan 15-16 ruas sedangkan sirip dubur memiliki 3 duri dan 9 ruas.[3] Setidaknya satu ruas sirip punggung anterior memanjang berserabut pada ikan remaja dan menjelang dewasa. Sirip dadanya memanjang hingga ke atas anus dan mengandung 16 ruas, sementara sirip ekornya berbentuk menumpul.[6] Spesies ini mencapai panjang total maksimal 100 cm (39 in), meski ukuran 35 cm (14 in) lebih lazim ditemukan, dengan bobot terberat maksimal 132 kg (291 pon).[3] Warna keseluruhan ikan ini adalah coklat keabu-abuan hingga kemerahan yang sering tertutupi oleh garis tebal terang dan gelap vertikal di sisi panggul. Ikan mudanya berwarna jingga muda hingga kecoklatan, dengan garis kebiruan tidak beraturan dan bintik-bintik di kepala dan panggul, sedangkan ruas sirip punggungnya berserabut lebih banyak daripada ikan dewasa.[7]

Sebaran dan habitat

Kakap singkek adalah ikan yang tersebar luas di Samudra Pasifik Barat mulai dari Laut Andaman dan Thailand barat hingga ke timur ke Fiji dan Tonga, serta dari Australia utara dan Kaledonia Baru hingga ke utara di Kepulauan Ryukyu. Ikan ini ditemukan pada kedalaman kurang dari 50 m (160 ft)[1] di daerah terumbu pesisir.[3]

Rujukan

  1. 1 2 Russell, B.; Lawrence, A.; Myers, R.; Carpenter, K.E.; Smith-Vaniz, W.F. (2016). "Symphorus nematophorus". IUCN Red List of Threatened Species. 2016: e.T194347A2317915. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T194347A2317915.en. Retrieved 20 November 2021.
  2. ↑ Fricke, Ron; Eschmeyer, William N. & van der Laan, Richard (ed.). "Genera in the family Lutjanidae". Catalog of Fishes. California Academy of Sciences. Diakses tanggal 1 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 Froese, Rainer; Pauly, Daniel (eds.) (2021).
  4. ↑ Fricke, Ron; Eschmeyer, William N. & van der Laan, Richard (ed.). "Species in the genus Symphorus". Catalog of Fishes. California Academy of Sciences. Diakses tanggal 1 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Kenneth J. Lazara, ed. (5 Januari 2021). "Order LUTJANIFORMES: Families HAEMULIDAE and LUTJANIDAE". The ETYFish Project Fish Name Etymology Database. Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara. Diakses tanggal 1 Juli 2021.{{cite web}}: |editor1= tidak adaPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Gerald R. Allen (1985). FAO species catalogue Vol.6. Snappers of the world An annotated and illustrated catalogue of lutjanid species known to date (PDF). FAO Rome. hlm. 160–161. ISBN 92-5-102321-2.
  7. ↑ Bray, D.J. "Symphorus nematophorus". Fishes of Australia. Museums Victoria. Diakses tanggal 1 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan