Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Kaboel Suadi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Kaboel Suadi (7 November 1935 – 27 September 2010) adalah seorang pelukis dan seniman grafis. Terlahir dari keluarga besar Wangsapermana yang berasal dari keluarga bangsawan Cirebon ini, dikenal juga sebagai perintis Seni Grafis Indonesia modern.
Pada 1964 Kaboel mulai menempuh pendidikannya di Jurusan Arsitektur dan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung. Pada 1969 ia mendapat kesempatan untuk memperdalam seni grafis di Hochschule für bildende Künste di Berlin Barat, Jerman.
Pengalaman kerja
Kaboel mengajar di Institut Teknologi Bandung, dan pensiun pada 2000. Pada 1990 ia memperoleh kesempatan mengajar di Hochschule für bildende Künste (HBK) Braunschweig. Setelah pensiun dari ITB, sejak tahun 2000 ia mengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain di Universitas Trisakti, Jakarta.
Keluarga
Kaboel menikah dengan Mami Fahmiyah Dasuki, seorang penari Topeng Cirebon yang sejak usia muda sudah menjadi penari Istana Kepresidenan di Era Presiden Soekarno. Dari pernikahannya dengan Mami, Kaboel memiliki dua orang anak yaitu Rahadi Wangsapermana atau biasa dikenal dengan panggilan Rully, yang kini dikenal sebagai Pengamat Perang Asimetris, yang juga merupakan alumni FSRD ITB Jurusan Desain Produk Industri. Kemudian anak kedua bernama Ratna Rantina, yang aktif menekuni usahanya membuat cenderamata.
Kaboel juga dikenal sebagai tokoh dan Budayawan Cirebon, karena Kaboel merupakan keluarga besar Keraton Kacirebonan Awal dari Ayahnya, dan juga keluarga besar Keraton Kasepuhan dari Ibunya.
Karya
Beberapa karyanya yang layak dicatat adalah:
- Monumen Perjuangan Rakyat di Indramayu
- Patung Mahkamah Agung RI pertama di Gedung Mahkamah Agung
- Patung Menteri Kehakiman Pertama RI di Gedung Kehakiman
- 12 Patung Pahlawan Nasional di Graha Pemuda, Senayan, Jakarta
- Display Vitrin di Museum Artha Suaka, Bank Indonesia
- Patung di Museum Bank Rakyat Indonesia, Purwokerto
- Display Museum Negeri Jawa Barat
- Mural di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta
- Mural Gedung Djarum, Kudus
- Replika Kereta Paksi Naga Liman untuk Expo Vancouver, Kanada
- Piala Sporta (Anugerah Insan Terbaik Olahraga Indonesia)
- Buku Sketsa Berlin Barat
Selain itu ia juga pernah berpameran lukisan dan grafis di Indonesia, serta di berbagai kota di mancanegara seperti di Tokyo, Osaka, New Delhi, Bangkok, Pusan, Paris, Amsterdam, New York, Berlin, Braunschweig, dan lain-lain.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |