Kamis, 24 September 2026
16:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
KRI Multatuli (561)

KRI Multatuli (561)

kapal milik Angkatan Laut Republik Indonesia

250px-KRI_Multatuli_%28561%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah
Indonesia
Nama Multatuli
Asal nama Multatuli
Pembangun Ishikawajima-Harima, Tokyo
Pasang lunas 13 Juni 1961
Mulai berlayar Agustus 1961
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Jenis
Berat benaman 3.220 ton
Panjang
Lebar 16 meter (52 ft)
Daya muat 698 meter (2.290 ft)
Pendorong 1 x mesin diesel Burmeister and Wain, 5.500 brake tenaga kuda (4.100 kW)
Kecepatan 18,5 knot (34,3 km/h; 21,3 mph) maksimum
Jangkauan 6,000 mil laut (11,112 km; 6,905 mi) di 16 knot (30 km/h; 18 mph)
Awak kapal 134
Senjata
  • 6 × meriam anti-pesawat terbang 37-milimeter (1,5 in) (2 tunggal, 2 ganda)
  • 4 × meriam anti-pesawat terbang 147-milimeter (5,8 in) (2 ganda)
Fasilitas penerbangan Dek helikopter

KRI Multatuli (561) adalah sebuah kapal komando yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia.[1]

Rancangan dan konstruksi

Kapal ini dirancang dan diproduksi oleh Ishikawajima-Harima asal Jepang.[1] Lunas kapal ini diletakkan di galangan milik Ishikawajima-Harima di Tokyo pada tanggal 13 Juni 1961.[1] Kapal ini kemudian mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia pada bulan Agustus 1961.[2] Awalnya dirancang sebagai sebuah kapal perawat kapal selam, kapal ini kemudian diubah menjadi kapal komando untuk Komando Armada RI Kawasan Timur pada akhir dekade 1960-an.[1]

330px-StateLibQld_1_133901_Multatuli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRI Multatuli sebelum dilengkapi hangar

Berat benaman Multatuli mencapai 3.220 ton, dengan panjang 103 meter (338 ft) antara garis-garis tegak, dan panjang total sebesar 11.135 meter (36.532 ft), balok sepanjang 16 meter (52 ft), dan sarat air setinggi 698 meter (2.290 ft).[1] Ditenagai dengan satu mesin diesel Burmeister and Wain berkekuatan 5,500 brake tenaga kuda (4,101 kW), kecepatan maksimum kapal ini mencapai 18,5 knot (34,3 km/h; 21,3 mph), dan dapat berlayar sejauh 6,000 mil laut (11,112 km; 6,905 mi) dengan kecepatan 16 knot (30 km/h; 18 mph).[1] Kapal ini dilengkapi dengan enam meriam anti-pesawat terbang 37-milimeter (1,5 in) dengan dua dudukan tunggal dan dua dudukan ganda, serta empat meriam anti-pesawat terbang 147-milimeter (5,8 in) dengan dua dudukan ganda.[1] Sebuah meriam 76-milimeter (3,0 in) awalnya dipasang di buritan kapal ini, tetapi kemudian diganti dengan platform helikopter.[2] Sebuah hangar lalu dipasang di atas kapal ini pada tahun 1998.[2] Kapal ini dioperasikan oleh 134 personil.[1] Kapal ini juga dapat melakukan pengisian suplai di laut.[2]

Sejarah operasional

Hingga tahun 2007, kapal ini masih aktif beroperasi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Wertheim, Eric, ed. (2007). The Naval Institute Guide to Combat Fleets of the World: Their Ships, Aircraft, and Systems (Edisi 15th). Annapolis, MD: Naval Institute Press. hlm. 316. ISBN 9781591149552. OCLC 140283156.
  2. 1 2 3 4 Sharpe, Richard, ed. (1998). Jane's Fighting Ships 1998-99 (Edisi 101st). Coulsdon, Surrey: Jane's Information Group. hlm. 321. ISBN 071061795X. OCLC 39372676.
Kapal selam
Fregat
Korvet
Kapal cepat rudal
Kapal patroli
Kapal penyapu ranjau
Landing platform dock
Kapal pendarat tank
Landing craft utility
  • kelas Kupang
Kapal rumah sakit
Kapal survei hidrografi
Kapal komando
Kapal bantu
Kapal latih
T: Kapal tunggal
Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan