Minggu, 08 November 2026
21:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
KRI Multatuli (561)

KRI Multatuli (561)

kapal milik Angkatan Laut Republik Indonesia

Bagikan:
250px-KRI_Multatuli_%28561%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah
Indonesia
Nama Multatuli
Asal nama Multatuli
Pembangun Ishikawajima-Harima, Tokyo
Pasang lunas 13 Juni 1961
Mulai berlayar Agustus 1961
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Jenis
Berat benaman 3.220 ton
Panjang
Lebar 16 meter (52 ft)
Daya muat 698 meter (2.290 ft)
Pendorong 1 x mesin diesel Burmeister and Wain, 5.500 brake tenaga kuda (4.100 kW)
Kecepatan 18,5 knot (34,3 km/h; 21,3 mph) maksimum
Jangkauan 6,000 mil laut (11,112 km; 6,905 mi) di 16 knot (30 km/h; 18 mph)
Awak kapal 134
Senjata
  • 6 × meriam anti-pesawat terbang 37-milimeter (1,5 in) (2 tunggal, 2 ganda)
  • 4 × meriam anti-pesawat terbang 147-milimeter (5,8 in) (2 ganda)
Fasilitas penerbangan Dek helikopter

KRI Multatuli (561) adalah sebuah kapal komando yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia.[1]

Rancangan dan konstruksi

Kapal ini dirancang dan diproduksi oleh Ishikawajima-Harima asal Jepang.[1] Lunas kapal ini diletakkan di galangan milik Ishikawajima-Harima di Tokyo pada tanggal 13 Juni 1961.[1] Kapal ini kemudian mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia pada bulan Agustus 1961.[2] Awalnya dirancang sebagai sebuah kapal perawat kapal selam, kapal ini kemudian diubah menjadi kapal komando untuk Komando Armada RI Kawasan Timur pada akhir dekade 1960-an.[1]

330px-StateLibQld_1_133901_Multatuli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRI Multatuli sebelum dilengkapi hangar

Berat benaman Multatuli mencapai 3.220 ton, dengan panjang 103 meter (338 ft) antara garis-garis tegak, dan panjang total sebesar 11.135 meter (36.532 ft), balok sepanjang 16 meter (52 ft), dan sarat air setinggi 698 meter (2.290 ft).[1] Ditenagai dengan satu mesin diesel Burmeister and Wain berkekuatan 5,500 brake tenaga kuda (4,101 kW), kecepatan maksimum kapal ini mencapai 18,5 knot (34,3 km/h; 21,3 mph), dan dapat berlayar sejauh 6,000 mil laut (11,112 km; 6,905 mi) dengan kecepatan 16 knot (30 km/h; 18 mph).[1] Kapal ini dilengkapi dengan enam meriam anti-pesawat terbang 37-milimeter (1,5 in) dengan dua dudukan tunggal dan dua dudukan ganda, serta empat meriam anti-pesawat terbang 147-milimeter (5,8 in) dengan dua dudukan ganda.[1] Sebuah meriam 76-milimeter (3,0 in) awalnya dipasang di buritan kapal ini, tetapi kemudian diganti dengan platform helikopter.[2] Sebuah hangar lalu dipasang di atas kapal ini pada tahun 1998.[2] Kapal ini dioperasikan oleh 134 personil.[1] Kapal ini juga dapat melakukan pengisian suplai di laut.[2]

Sejarah operasional

Hingga tahun 2007, kapal ini masih aktif beroperasi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Wertheim, Eric, ed. (2007). The Naval Institute Guide to Combat Fleets of the World: Their Ships, Aircraft, and Systems (Edisi 15th). Annapolis, MD: Naval Institute Press. hlm. 316. ISBN 9781591149552. OCLC 140283156.
  2. 1 2 3 4 Sharpe, Richard, ed. (1998). Jane's Fighting Ships 1998-99 (Edisi 101st). Coulsdon, Surrey: Jane's Information Group. hlm. 321. ISBN 071061795X. OCLC 39372676.
Kapal selam
Fregat
Korvet
Kapal cepat rudal
Kapal patroli
Kapal penyapu ranjau
Landing platform dock
Kapal pendarat tank
Landing craft utility
  • kelas Kupang
Kapal rumah sakit
Kapal survei hidrografi
Kapal komando
Kapal bantu
Kapal latih
T: Kapal tunggal
Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan