Minggu, 27 September 2026
15:54 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
KRI Banda Aceh (593)

KRI Banda Aceh (593)

Landing Platform Dock kelas MakassarTemplat:SHORTDESC:Landing Platform Dock kelas Makassar
250px-KRI_Banda_Aceh_%28593%29_on_5_December_2018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRI Banda Aceh di Jakarta pada 5 Desember 2018
Sejarah
Indonesia
Nama Banda Aceh
Asal nama Banda Aceh
Dipesan 28 Maret 2005
Pembangun PT PAL, Surabaya
Pasang lunas 7 Desember 2007
Diluncurkan 19 Maret 2010
Mulai berlayar 21 Maret 2011
Identifikasi Nomor lambung: 593
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Landing Platform Dock kelas Makassar
Tonase
  • 12,400 tons
Berat benaman
  • 11,300 tons perpindahan standar
  • 15,994 tons perpindahan penuh
Panjang
  • 122 meters
Lebar
  • 22 meters
Tinggi
  • 56 meters
Sarat air
  • 4.9 meters
Dek (Dek Tank); 6.7 meter,(Dek Truk); 11.3 meter
Pendorong
  • CODAD, 2 poros
  • 2 × MAN B&W diesel 8L28/32A dengan daya 2666 BHP/1960 kW@ 775 RPM
Kecepatan
  • Maksimum: 16 knots
  • Jelajah: 14 knots
  • Ekonomi: 12 knots
Jangkauan 30 hari, hingga 10,000 mill laut
Daya tahan +45 hari
Kapal dan pesawat
yang diangkut
2 x LCVP
Kapasitas hingga 35 kendaraan infanteri
Tentara 354 pasukan
Awak kapal akomodasi hingga 507 orang
Awak 126 kru
Senjata
Pesawat yang
diangkut
Hingga 5 helikopter
Fasilitas penerbangan 2 tempat helideck (Helikopter berukuran sedang)

KRI Banda Aceh (593) merupakan kapal keempat dari landing platform dock kelas Makassar milik TNI Angkatan Laut.

Pengembangan dan desain

Indonesia menandatangani kontrak senilai US$150 juta pada Desember 2004[1] dan dua unit pertama dibangun di Busan, Korea Selatan. Dua sisanya dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya dengan bantuan Daesun. Kontrak LPD ke-3 dan ke-4 yang akan dibangun di Indonesia ditandatangani dengan PT PAL pada 28 Maret 2005.

Pada tanggal 19 Oktober 2006, unit pertama dari dua unit buatan Indonesia, diresmikan dalam sebuah upacara oleh Laksamana Slamet Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia.[2] Unit ke-3 dan ke-4 telah dirancang untuk berfungsi sebagai kapal bendera dengan perlengkapan sistem komando dan kendali, senjata 57mm, dan sistem pertahanan udara.

Kapal ke 5 yang dipesan TNI Angkatan Laut pada 11 Januari 2017.[3] Upacara pemotongan baja pertama untuk kapal tersebut dilakukan pada 28 April 2017.[3] Peletakan lunas kapal dilakukan pada 28 Agustus 2017.[4]

Konstruksi dan karier

Lunas Banda Aceh diletakkan pada 7 Desember 2007 dan diluncurkan pada 19 Maret 2010 oleh PT PAL di Surabaya. Dia ditugaskan pada 21 Maret 2011.

Dia berpartisipasi di RIMPAC 2014.

Galeri

Referensi

  1. ↑ "Daewoo International to Export 4 Warships to Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 13 Agustus 2010. Diakses tanggal 9 Juni 2010.
  2. ↑ "PAL Indonesia gaining the ordered for 2 units Landing Platform Dock". Diarsipkan dari asli tanggal 12 September 2007. Diakses tanggal 9 September 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "PT PAL Mulai Garap Kapal LPD Pesanan TNI AL".
  4. ↑ "Keel Laying Lebih Awal, Kapal LPD TNI AL Diharapkan Cepat Rampung".

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan