Selasa, 20 Oktober 2026
02:34 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
KRI Badik (623)

KRI Badik (623)

Bagikan:
250px-Kribadik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRI Badik (623)
Sejarah
Indonesia
Nama Badik
Asal nama Badik
Pembangun Korea Tacoma Marine Industries Ltd
Mulai berlayar Februari 1980
Identifikasi Nomor lambung: 623
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal cepat rudal kelas Mandau
Berat benaman
  • 250 ton (standar)
  • 290 ton (muatan penuh)
Panjang 537 m (1.761 ft 10 in)
Lebar 8 m (26 ft 3 in)
Pendorong
  • CODOG :
  • 1 x Turbin uap General Electric-Fiat LM-2500
  • 2 x Diesel MTU 12V331TC81
Kecepatan 41 knot (76 km/h; 47 mph)
Jangkauan 2.600 nmi (4.815 km; 2.992 mi) pada 14 knot (26 km/h; 16 mph)
Awak kapal 43
Sensor dan
sistem pemroses
  • Radar Racal Decca AC1226
  • Radar kendali penembakan Signal WM28
  • Selenia NA-18 e/o director
  • Rangkaian ECM ESM Thompson-CSF DR2000S
Senjata
  • Seperti yang dibangun
  • Meriam:
    1 x 57/70 Bofors SAK Mk 1
    1 x 40/70 Bofors 350AFD
    2 x 20/85 S.20
  • Rudal:
    4 x MM38 Exocet SSM (mungkin dilepas dan diganti dengan rudal C-802)

KRI Badik (623) merupakan kapal perang patroli utama Indonesia dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR). Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Mandau (621), KRI Rencong (622), dan KRI Keris (624).

Sejarah

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Kapal

Peluru Kendali

Awalnya KRI Mandau menggunakan Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet sebanyak 4 pucuk (2 x 2), yang memiliki jangkauan maksimum 42 km (23 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg, berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer. Sejak ada kerja sama alih teknologi dengan China Exocet maka mulai diganti dengan rudal C-802 buatan SACCADE.

Meriam

Meriam Bofors 57 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 200 rpm, berjangkauan maksimum 17 km (9,3 mil laut) dengan berat amunisi 2,4 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal, berpemandu tembakan Signaal WM28. Meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 300 rpm, dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal. Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm, dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg, anti pesawat udara, helikopter

Sensor, Radar, Umpan dan Senjata Elektronik

Radar MR-302/Strut Curve Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob

Sonar MG-322T Decoy PK-16 decol RL

Tenaga Penggerak

Kapal ini digerakan oleh 2 buah mesin diesel dan sebuah mesin turbin . Mesin Diesel digunakan saat kecepatan rendah atau menghemat BBM sedangkan mesin turbin digunakan bila kapal ingin mencapai kecepatan maksimal dengan konsekuensi bahan bakar menjadi lebih boros. ( 2 M504 Diesel, 1425 hp, melalui 2 shaft ke 2 propeler,dan 1 turbin GE LM 1500 )

Penugasan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Referensi

Sumber

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan