Minggu, 27 September 2026
23:37 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Junshi

Junshi

250px-Femme-47-ronin-seppuku-p1000701.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan cukil kayu yang menggambarkan istri Onodera Junai, salah satu dari empat puluh tujuh ronin. Ia mempersiapkan dirinya sendiri untuk menyusul kematian suaminya.

Junshi (殉死) (menyusul kematian tuan, terkadang diterjemahkan menjadi "bunuh diri untuk kesetiaan") merujuk kepada tindakan-tindakan Jepang abad pertengahan dari para bawahan yang melakukan seppuku (bunuh diri sukarela) untuk kematian tuan mereka. Pada awalnya, ini hanya dilakukan saat sang tuan tewas dalam pertempuran atau dibunuh.

Referensi

  • Frederic, Louis (2002). "Japan Encyclopedia". Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.
  • Sansom, George (1963). "A History of Japan: 1615-1867." Stanford, California: Stanford University Press.
  • Varley, Paul (2000). "Japanese Culture". Honolulu: University of Hawaiʻi Press.
  • Gluck, Carol (1987 ). "Japan's Modern Myths". Princeton, New Jersey: Princeton University Press
  • Kato, Shuichi (1997). "A History of Japanese Literature: The Man'yōshū to Modern Times". New York, New York: Routledge Taylor & Fancis Group.
  • Tetsūjirō, Inoue (1921). "Nippon Kogakuha no Tetsugaku". Tokyo: Tokyo Fuzambō
  • Blomberg, Catharina (1995). "The Heart of the Warrior: Origins and Religious Background of the Samurai System in Feudal Japan". Sandgate, England: Japan Library.
  • Ikegami, Eiko (1995). "The Taming of the Samurai: Honorific Individualism and the Making of Modern Japan". Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan