Sabtu, 31 Oktober 2026
01:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Julius Wellhausen

Julius Wellhausen

pakar Perjanjian Lama dan ahli kebudayaan Asia Timur asal Jerman (1844-1918)

Bagikan:
250px-Elisabethkirche_Marburg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja St. Elisabeth di Marburg, kota asal Julius Wellhausen

Julius Wellhausen (lahir 17 Mei 1844.[1] - meninggal dunia 7 Januari 1918.[1]) adalah seorang pakar Perjanjian Lama kelahiran Jerman yang orientalis,[1] tumbuh besar dari kota Marburg.[2] Dia bertanggung jawab atas penyempurnaan teori yang sekarang sudah ditinggalkan bahwa Pentateukh adalah karya tulis yang disusun dari empat sumber. Keempat sumber itu pun berasal dari zaman yang berbeda-beda, yaitu Yahwis, Elohis, Deuteronomis, Priestis. Keempat sumber itu pun memiliki simbol, yaitu Y, E, D, P.[1] Teori ini sering disebut dengan teori empat sumber.[1]

Riwayat

Peranannya di bidang alkitabiah terkenal dengan pemahamannya tentang asal Pentateukh atau Torah.[1] Pentateukh merupakan kelima kitab pertama di dalam Alkitab.[1]

Jaulius Wellhausen lahir di Hamelin, Kerajaan Hanover.[1] Dia adalah putra seorang pendeta protestan.[1] Dia belajar teologi di Universitas Göttingen, di bawah bimbingan Georg Heinrich August Ewald.[1] Dia pun menjadi dosen tambahan untuk Perjanjian Lama di sana pada tahun 1870.[1]

Pada tahun 1872, dia ditunjuk menjadi dosen teologi di Universitas Greifswald.[1] Dia mengundurkan diri dari fakultas itu pada tahun 1882.[1] Alasan-alasannya karena hati nurani, yang ditulisnya di surat pengunduran dirinya.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 R. E. Clements.1994.A Century of Old Testament Study.Cambridge.Lutterworth Press.7.
  2. ↑ W. R. F. Brown. 2008. Kamus Alkitab. Jakarta. Gunung Mulia. 477.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan