Rabu, 21 Oktober 2026
01:28 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Julius Usman

politisi Indonesia

Bagikan:
Julius Usman
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 –1 Oktober 2004
Daerah pemilihanDKI Jakarta (tanpa daerah pemilihan)
Informasi pribadi
Lahir(1945-08-15)15 Agustus 1945
MeninggalIndonesia 30 Juni 2007(2007-06-30) (umur 61)
Partai politik  PDI-P (1999-2005)
PekerjaanPolitikus
Dikenal karena
Anggota DPR RI periode 1999-2004
Deklarator Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) bersama Sri Bintang Pamungkas
Angkatan 66 (Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)

Julius Usman (15 Agustus 1945 – 30 Juni 2007) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjadi anggota DPR RI untuk PDI Perjuangan mewakili Provinsi DKI Jakarta pada 1999-2004.

Karier dan Perjalanan Politik

Julius Usman adalah pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) bersama Sri Bintang Pamungkas. Ia dikenal antara lain sebagai Aktivis 66 (pernah menjadi Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI)), bakal pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang diusung Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), bersama Sri Bintang Pamungkas yang menjadi calon presiden untuk Pemilihan umum 1999 dan pernah menjadi anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR mewakili Provinsi DKI Jakarta bersama koleganya antara lain Roy BB Janis, Sabam Sirait, Kwik Kian Gie, dan Saifullah Yusuf (sebelum masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa pada 2001 akibat kecewa atas lengsernya Gus Dur) meskipun diganti antar waktu (recall) tahun 2003. Setelah itu dia termasuk salah satu barisan anggota DPR RI yang mendukung pasangan SBY-Jusuf Kalla dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2004 putaran kedua. Meskipun mendukung pasangan SBY dan Jusuf Kalla pada Pemilihan umum Presiden Indonesia 2004, karena kekecewaannya pada pemerintahan SBY maka ia mendirikan sekaligus menjadi aktivis Gerakan Cabut Mandat (2007) bersama Hariman Siregar yang menentang pemerintahan SBY-Jusuf Kalla.

Meninggal dunia

Julius Usman meninggal dunia pada hari Sabtu, 30 Juni 2007, tepatnya pukul 13.30 WIB di Jalan Lawu Manggarai, Jakarta Selatan, karena sakit jantung. Julius sempat dilarikan ke Rumah Sakit MMC, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan hari Minggu 1 Juli 2007 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Detik-detik menuju kepergian

Julius sering mengunjungi ibunya, sambil makan masakan ibunya yang dirasanya enak. beberapa saat sebelum meninggal, seusai salat Dzuhur, Julius sempat makan dan berbincang dengan keluarganya. lalu tiba-tiba Julius sakit jantung dan sempat bawa ke RS MMC, tetapi nyawanya tidak sempat tertolong. Dua bulan sebelumnya, Julius pernah dirawat di RS Bintaro karena menderita sakit jantung. Sesudah itu dia merasa sehat. Bahkan sehari sebelum meninggal dia sempat main boling.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan