Sabtu, 24 Oktober 2026
05:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Leo Irianus Juhartono

Leo Irianus Juhartono

Bagikan:
330px-Jujuk_doc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Leo Irianus Juhartono yang juga dipanggil Jujuk Prabowo (lahir 28 Juni 1954) adalah seniman kelahiran Yogyakarta. Ayah dari dari 5 anak, istrinya juga seorang seniman tari dan teater Saptaria Handayaningsih. Sedari kecil akrap dengan lingkungan kesenian, selain gemar mendengar siaran wayang. Saat remaja tumbuh dan menekuni kesenian Jawa (gamelan dan ketoprak) pada tahun 1969 berbagung dengan kelompok Wayang Wong RRI Ngesti Pandhowo dan Sapta Mandala hingga ahirnya pada tahun 1970 nyantrik di Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja mengembangkan tarian klasik baru (kontemporer) dan mengolah kemampuan lain tari balet dengan RM.Wisnu Whardana,

Karier sebagai sutradara teater dan dunia keaktoranya secara profesional berawal pada tahun 1973 bersama Fajar Suharno mengelola teater Dinasti dan mengembangkan kesenian lain bersama Emha Ainun Najib (Cak Nun). Pada awal 1980 bersama Sutrada Amerika Julie Taymore mementaskan sajian kolosal gabungan dengan kelompok teater Loh (Indonesia, Eropa dan Amerika) berjudul The Way Of Snow. Ahirnya pada tahun 1983 bersama Heru Kesawa Murti dan rekan lainya mendirikan Teater Gandrik kemudian menyusul bergabung Butet Kertaradjasa dan Djadug Ferianto. Hingga kini Teater Gandrik aktif rutin menggelar pementasan. Selain itu Jujuk juga pernah menjadi pengajar tamu di beberapa Universitas (Indonesia dan Kuala Lumpur) dan diundang mengisi workshop Seni Budaya di berbagai kota Indonesia. Dalam film Daun Di Atas Bantal besutan Sutradara maestro Garin Nugroho yang dimainkan aktor Christin Hakim, Jujuk didapuk sebagai Penata Kostum. Pada tahun 2000'an Jujuk menggagas Dance Teater Energy untuk membagikan dan mendedikasihkan ilmu serta pengalamanya pada generasi muda dan terus produktif berkarya, beradaptasi dengan media baru agar budaya dan kesenian Indonesia tetap lestari, cita-cita sederhanya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan