Jumat, 30 Oktober 2026
00:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Joscelin II dari Edessa

Joscelin II dari Edessa

Pemimpin keempat dan terakhir Edessa.

Bagikan:
330px-Map_Crusader_states_1135-en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Negara-negara tentara salib 1135 AD, dimana terdapat Edessa yang pernah dikuasai oleh Joscelin II.

Joscelin II dari Edessa (meninggal 1159) adalah pemimpin keempat dan terakhir Edessa.

Joscelin muda ditangkap saat terjadinya Pertempuran Azaz tahun 1125, tetapi ditebus oleh Baldwin II, raja Jerusalem. Pada tahun 1131, ayahnya Joscelin I terluka dalam pertempuran dengan Danishmends, dan dessa diberikan kepada Joscelin II. Joscelin II menolak untuk memajukan pasukan kecil Edessa untuk bertemu dengan Danishmends, sehingga Joscelin I, dalam aksi terakhirnya, memaksa Danishmends untuk mundur dan segera meninggal setelah itu.

Joscelin II memimpin salah satu dari Negara-negara Tentara Salib yang paling lemah dan paling terisolasi. Pada tahun 1138 ia bersekutu dengan Kerajaan Antiokhia dan Kaisar Bizantium John II Comnenus untuk menyerang Zengi, atabeg Aleppo, tetapi Zengi dapat mengalahkan mereka.

Pada tahun 1143 baik John II dan Fulk dari Yerusalem meninggal, meninggalkan Joscelin tanpa sekutu yang kuat untuk mempertahankan Edessa. Pada tahun 1144 Zengi menyerang dan merebut Edessa. Joscelin melarikan diri ke Turbessel, di mana ia memegang sisa negara di barat Euphrates. Ketika Zengi meninggal tahun 1146, Joscelin hendak merebut kembali Edessa tetapi ia dikalahkan oleh anak Zengi Nur ad-Din. Perang Salib Kedua dicetuskan sebagai respon jatuhnya Edessa, dan juga gagal mengalahkan Muslim. Joscelin ditangkap sebagai tahanan tahun 1150 dan meninggal tahun 1159.

Didahului oleh:
Joscelin I
Raja Edessa
1131–1150/1159
Diteruskan oleh:
Edessa jatuh


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan